0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pembuatan Arang di Hutan Berpotensi Sebabkan Kebakaran

Pemadaman Kebakaran Lawu tahun 2015 lalu (timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Pembuatan arang di hutan lereng Gunung Lawu sulit diatasi. Padahal, pembuatan bahan bakar tersebut berpotensi menimbulkan kebakaran hutan.

“Penyebab kebakaran hutan lebih dominan karena faktor manusia. Entah karena kelalaian pendaki gunung yang membuat api unggun dan tidak dipadamkan dengan benar, maupun karena proses pembuatan arang,” kata Wakil Administratur Perum Perhutani Kesatuan Pemangkuan Hutan (KPH) Surakarta Johni Andarhadi, Sabtu (23/4).

Johni mengatakan pembuatan arang ini sulit sekali tertangkap tangan. Yang terjadi selama ini, hanya mendapati bekas-bekas pembuatan arang namun tidak tahu siapa yang membuatnya. Pembuatan arang juga sulit terdeteksi dari posko pemantauan di bawah.

“Pembuatan arang itu posisinya di atas. Petugas pemantau hutan kadang kesulitan mengejar, karena medan yang berat,” tuturnya.

Menurutnya, pembuatan arang di hutan lereng Gunung Lawu jelas-jelas tindakan terlarang. Aktivitas itu membahayakan kelestarian hutan, karena bisa menyebabkan kebakaran.

“Meskipun di hutan Lawu wilayah Jateng tidak banyak ditemui pembuatan arang, tapi ini tetap berbahaya,” tuturnya.

Sedangkan penyebab kebakaran karena aktivitas pendakian, menurutnya relatif bisa diatasi. Sebab, pendaki gunung selalu diminta tidak membuat api unggun, selama menjalani aktivitas di gunung.

Namun, tetap saja ada pendaki yang nekat menyalakan api unggun, untuk mengusir hawa dingin di gunung. Jika ditemukan pendaki yang membuat api unggun, petugas pemantau berpesan agar api dimatikan dengan benar, sebelum ditinggalkan.

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge