0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Widya Sesarika dan Kiat Sukses Bisnis Online

dok.timlo.net/setyo pujis
Widya Sesarika (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Muda, cantik dan mandiri. Itulah yang terkesan dari sosok Widya Sesarika. Perempuan kelahiran Solo tahun 1992 ini sukses dalam merintis usaha jualan pakaian menggunakan media online. Hal itu dibuktikannya dengan dapat meraup omset hingga ratusan juta rupiah per bulan.

Alumni Universitas Sebelas Maret (UNS) 2013 ini mulai merintis bisnis berjualan pakaian dengan menggunakan media online sejak 2012 silam. Awalnya ia hanya mengaku ingin mencari uang saku tambahan, karena tidak ingin selalu membebani orang tua.

“Saya merintis usaha ini awalnya hanya menjadi reseller. Jadi mencoba menangkap peluang pasar, melalui produk fashion yang sedang ngetren pada waktu itu,” ungkapnya kepada Timlo.net, belum lama ini.

Meskipun keuntungan yang didapat kala itu sudah lumayan untuk ukuran kantong mahasiswa, namun Widya Sesarika mengaku tidak cukup puas dengan pencapaian tersebut. Alasanya, karena barang daganganya kurang dapat mewakili keinginannya. Baik dari sisi desain, warna maupun kualitas yang diharapkan.

Dari situlah kemudian ia mulai memantapkan diri untuk banting setir. Dari sebelumnya hanya reseller berubah menjadi desainer dan pemasar produknya sekaligus. Pemilik akun Steddystore ini pun fokus dalam usahanya membuat produk sweater dan knitwear kreasinya sendiri.

“Untuk desain dan pemasaran kita lakukan sendiri, namun untuk produksinya kita kerjasama dengan vendor,” jelasnya.

Dalam pembuatan produk pakaiannya, Widya selalu mengedepankan kualitas daripada kuantitas. Untuk menjaga esklusivitas itu, dalam satu model biasanya hanya dibuat 200 buah dengan kombinasi warna yang beragam. Harga yang dipasarkanya juga relatif terjangkau, yaitu mulai Rp 120 ribu hingga Rp 170 ribu.

Karena kerja keras dan kreasinya tersebut, Widya Sesarika mengaku mulai berbuah manis, dengan banyak pelanggan yang tertarik. Pelanggan yang memesan tidak hanya datang dari dalam negeri, tapi juga luar negeri. Bahkan omsetnya sekarang hingga Rp 200 juta per bulan.

Untuk memaksimalkan penjualan, selain menggunakan media online, ia juga memanfaatkan even di berbagai acara pameran.

Putri sulung dari dua bersaudara ini memiliki prinsip learning by doing dalam menjalankan usaha. Karena menurutnya segala sesuatu, membutuhkan proses untuk setiap pembelajaran. Sehingga evaluasi terus dilakukan, baik dalam memroduksi pakaian, pemasaran maupun merawat para pelanggan.

“Prinsip itu selalu saya pegang setiap saat. Bahkan saat ketika ada komplain dari pelanggan sekalipun, saya tidak lupa mengucapkan kata maaf, tolong dan terima kasih di setiap kesempatan,” tukasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge