0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Petani Lebih Butuh Pupuk Ketimbang Asuransi

dok.timlo.net/agung widodo
Pupuk organik (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen – Beberapa program pemerintah berupa Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan impor bawang merah dinilai tidak tepat sasaran dan menyusahkan petani. Pasalnya, selain pengurusan dan klaim sangat rumit dan ribet, juga petani tidak membutuhkan asuransi.

”Banyak kriteria seprti ukuran, air dan sebaginya yang ribet, seperti juga dengan klaim yang harus ditinjau ini itu, misalnya gagal panen,” kata Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Sragen, Suratno, belum lama ini.

Suratno mengatakan, jika gagal panen seharusnya pemerintah turun untuk membantu. Karena masalah ini terkait ddngan ketahanan pangan.

Kalau terjadi gagal panen, petani membutuhkan bantuan yang nyata seperti pupuk, biaya menggarap sawah dan sebagainya. Tidak harus dengan sistem asuransi yang digunakan. Karena tidak semua petani merupakan pemilik lahan. Sebagian adalah penyewa lahan, penggarap, buruh tani dan sebagainya.

Suratno mengatakan, selama ini petani membutuhkan pupuk bersubsidi dengan harga yang wajar dan standar. Pupuk lebih penting bagi petani dibanding dengan bantuan pemerintah berupa alat pertanian.

”Kalau program bantuan alat itu nggak perlu, yang penting pupuk subsidi ada dengan harga standar. Kalau tidak ada kuota pupuk terus dikurangi sama saja suruh beli yang non subsidi,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya meminta pemerintah pusat jangan sampai impor bawang merah. Jika sampai terjadi masa panen nanti petani bawang merah akan sangat menderita lantaran harga bawang akan sangat rendah.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge