0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Tips Memberikan ASI di Tempat Umum

Peringatan Sembilan Tahun Berdirinya AIMI di Indonesia, di Solo (dok.timlo.net/heru murdhani)
Solo — Memberikan Air Susu Ibu (ASI) kepada anak merupakan kebahagiaan tersendiri bagi seorang ibu. Selain memberikan jaminan kesehatan bagi anak, proses menyusui juga merupakan proses saling mengasihi dan mempererat hubungan antara ibu dan anak. Namun, tak selamanya proses menyusui bisa berjalan normal, terutama saat menyusui ditempat umum.

“Pandangan orang terkadang membuat ibu yang menyusui menjadi risih. Kadang hal seperti ini yang membuat ibu-ibu enggan menyusui di tempat umum,” ungkap Listyarini, Koordinator Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia (AIMI) Solo pada wartawan saat ditemui di sela-sela kegiatan peringatan Sembilan Tahun Berdirinya AIMI di Indonesia, di Solo, Minggu (24/4).

Pada kali kesembilan ini AIMI mengangkat tema menyusui di tempat umum. Isu ini dianggap krusial untuk disuarakan, sebab banyak ibu yang mengeluhkan tentang bagaimana menyusui buah hatinya di tempat umum.

“Rasa nyaman bagi si ibu dan bayi menjadi syarat untuk bisa menyusui di tempat umum. Misalnya ibu agak risih dengan pandangan orang, bisa menggunakan penutup kain, atau mungkin disembunyikan di bawah kerudung, jika ibu memakai kerudung,” kata dia.

AIMI juga gencar melakukan sosialisasi tentang pemberian ASI eksklusif kepada bayi. Juga tentang mitos-mitos yang tidak benar tentang meyusui.

“Misalnya ada ibu yang keluar rumah selama beberapa saat, kemudian ASI-nya harus dibuang dulu baru bisa dikonsumsi bayi, karena takut masuk angin, itu tidak benar. Karena kualitas ASI selalu sama.” katanya.

Ada juga yang mengatakan bahwa dengan memberikan ASI kepada anak akan mengubah bentuk dari payudara. Hal ini juga dibantah oleh AIMI. Lantaran pada saat kehamilan pun bentuk payudara sudah berubah dengan alami.

Salah satu peserta, Heni Meitri mengaku banyak terbantu dengan komunitas ibu menyusui ini. Dia mengatakan banyak mendapatkan informasi, baik secara medis maupun secara teknis bagaiman cara menyusui anak dengan benar.

“Sangat terbantu, karena banyak mitos yang berkembang kadang justru menyesatkan. Sehingga kita bisa memilah informasi yang kita terima,” paparnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge