0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Pengawasan Penjualan Pupuk Bersubsidi Diperketat

Petani sedang memupuk tanama padi (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Dinas Pertanian Perkebunan dan Kehutanan Boyolali melakukan pemantauan di sejumlah wilayah perbatasan. Langkah ini dilakukan untuk mencegah agar pupuk bersubdisi tidak dijual ke luar daerah.

“Dampaknya, petani Boyolali bisa mengalami kelangkaan pupuk,” kata Kepala Dispertanbunhud Boyolali, Bambang Purwadi, Minggu (24/4).

Wilayah perbatasan yang diawasi, seperti di wilayah Boyolali utara, yaitu Juwangi tang berbatasan dengan Kabupaten Grobogan dan Kecamatan Andong yang berbatasan dengan Kabupaten Sragen. Pengawasan di wilayah perbatasan akan melibatkan Komisi Pengawasan Pupuk KP3.

Wilayah itu akan kita awasi super ketat,” tambahnya.

Bila nanti ada yang ketahuan melanggar, maka ancaman pidana selama lima tahun dan denda Rp 250 juta bakal diterapkan. Untuk qouta pupuk di kabupaten Boyolali untuk jenis pupuk urea sebesar 27.000 ton, ZA sebanyak 8.060 ton, pupuk SP 36 sebanyak 7.220 ton, phonska sebanyak 13.790, dan pupuk Petroganik sebesar 4.760 ton.

“Quota pupuk cukup untuk memenuhi kebutuhan petani,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge