0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dinkes Desak Rumah Sakit Miliki Bank Darah

Stok darah PMI (Dok.Timlo.net)

Boyolali — Dinas Kesehatan Boyolali mendesak semua rumah sakit di Kota Susu memiliki bank darah. Hal ini bertujuan untuk mempercepat pelayanan kepada pasien yang membutuhkan transfusi darah. Data di Dinkes, dari 10 rumah sakit negeri dan swasta di Boyolali, baru satu rumah sakit yang memiliki bank darah.

“Baru RSUD Pandan Arang yang memiliki bank darah,” kata Kabid) Pengendalian, Pemberantasan Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (P3PL) Dinkes Boyolali, Ahmad Muzayyin, Minggu (24/6).

Diakui, belum semuanya rumah sakit memiliki bank darah karena terkendala sarana dan prasarana untuk mendirikan Bank Darah Rumah Sakit. Salah satunya penyimpangan darah atau freezer. Selain itu, juga belum memiliki tenaga terlatih dalam mengolah darah.

“Selama ini upaya memenuhi darah bergantung dengan PMI,” tambahnya.

Terpisah, Ketua Persatuan Ahli Teknologi Laboratorium Medik Indonesia (Patelki) Boyolali, Suryanti, mendukung PMI dan Dinkes untuk melakukan pelatihan pengolahan dan uji cocok darah. Harapannya, kendala tenaga ahli bisa terpenuhi. Dengan terpenuhinya tenaga ahli, nantinya di tiap rumah sakit bisa memiliki Bank Darah.

“Jangan sampai ada pasien meninggal karena terlambat tranfusi darah,” imbuhnya.

Kasus tersebut pernah terjadi di Boyolali, dimana seorang pasien demam berdarah yang membutuhkan tranfusi darah, harus meregang nyawa. Pasalnya, rumah sakit tidak ada bank darah, sementara PMI Boyolali juga belum punya refregreted centrifius trombosit untuk membuat trombosit.

“Akhirnya harus mencari di PMI Semarang, begitu darah dapat, pasien sudah meninggal dunia,” jelasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge