0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lebih Mahal dari Ayam, Penjual Jengkol Kurangi Porsi

merdeka.com
Penjual jengkol (merdeka.com)

Timlo.net — Saat ini harga jengkol di pasaran sedang melambung tinggi. Di Pasar Induk Kramat Jati, Jakarta Timur, harga jengkol mencapai Rp 36.000 per kilogram, melebihi harga ayam potong.

Meski demikian, Maisaroh, pemilik warteg di Jalan HM Sabar, Jakarta Timur, tetap menjual masakan olahan jengkol. Menurut dia, masakan olahan jengkol sendiri sangat diminati para pelanggannya.

Bahkan, hingga sore hari, masakan jengkolnya sudah habis diburu pelanggan. Maisaroh biasanya membeli jengkol sebanyak dua hingga tiga kilogram. Selain di semur, jengkol olahannya juga dimasak bumbu balado.

Kendati harga bahan bakunya mahal, Maisaroh tak menaikkan harga makanan olahan jengkolnya. Akan tetapi, dia mengurangi porsi masakannya tersebut.

Biasanya, satu porsi jengkol seharga Rp 7.000 berisi enam hingga tujuh potong. Dia mengurangi menjadi lima potong. Jadi dalam sehari, keuntungannya dari masakan jengkolnya berkisar antara Rp 60.000 sampai Rp 100.000.

“Takut pelanggan pada kabur kalau kemahalan,” ungkap penjual asli Pemalang ini Sabtu (23/4).

Maisaroh mengaku tidak tahu menahu harga jengkol melebih harga ayam potong. Namun, dia tahu apabila pasokan jengkol sedang menurun.

Dia berharap harga jengkol segera turun. Apalagi bulan-bulan ini sudah mendekati Lebaran. Tentu harga sembakau juga akan naik.

“Kalau semua naik, saya yang susah,” keluh dia.

[sau]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge