0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Menpar Arief Yahya Dukung Kerjasama PHRI-Citilink

SEREMONIAL CITILINK-Seremonial pembukaan rute baru Citilink (Dok. Timlo.net/Citilink)

Timlo.net – Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) bersama maskapai Citilink Indonesia sepakat melakukan kemitraan untuk mendorong pertumbuhan industri pariwisata. Kerjasama keduanya merupakan kerjasama yang mewakili unsur-unsur penting dalam industri pariwisata.

Ada kolaborasi perhotelan dan penerbangan yang mampu menghasilkan multiplier effect. Mulai dari mendorong peningkatan pertumbuhan ekonomi menstimulasi berbagai sektor produksi serta memberikan konstribusi langsung bagi pembangunan. Penandatanganan nota kesepahaman sudah dilakukan di Nusa Dua, Bali, Rabu (20/4) kemarin.

“Kalau ini dikombinasikan, bisa dibuat paket,” papar Presiden dan CEO Citilink, Albert Burhan, Kamis (21/4).

Ada paket khusus yang sudah disiapkan untuk memanjakan wisatawan. Dari mulai harga tiket yang terjangkau hingga paket menginap di jaringan hotel di bawah naungan PHRI sudah disiapkan. Semua diberikan dengan harga terjangkau.

“Destinasi yang akan dituju adalah daerah yang masih lemah dan perlu lebih digenjot dalam hal promosi, namun memiliki aksesibilitas dan potensi wisata,” tambah Burhan.

Terkait ini, Burhan mengaku akan menyelaraskan dengan 10 destinasi wisata baru yang diusung Kementerian Pariwisata seperti Wakatobi, Danau Toba, Mandalika, Labuan Bajo, Borobudur dan Morotai.

“Itu akan disesuaikan dengan mempertimbangkan profit dan kesiapan infrastruktur destinasi Tanah Air. Karena Mandalika, Morotai dan Tanjung Lesung belum bisa didarati Airbus,” ujar Burhan.

Ketua Umum PHRI, Hariyadi Sukamdani mengatakan, pihaknya merencanakan target sekitar 20 ribu kamar hotel per malam terisi selama satu bulan di 20 destinasi yang akan diterbangi oleh Citilink.

“Dalam setiap tahun kami tawarkan dua paket. Pertama Februari saat ‘low season’, berikutnya Juni-Juli saat Ramadhan,” ucapnya.

Program kerja sama itu akan lebih difokuskan pada saat musim sepi kunjungan atau low season dengan sistem tandem yang dinilai lebih praktis dibandingkan sistem bundling.

Menpar Arief Yahya menyambut baik kerjasama PHRI dan Citilink tersebut. Pariwisata Indonesia sangat tergantung pada 3A, yakni akses, atraksi dan amenitas.

“Kerjasama itu akan memperkuat akses atau connectivity menuju destinasi pariwisata Indonesia, yang rata-rata berada di pulau-pulau yang membutuhkan jembatan udara,” kata Arief Yahya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge