0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Cegah Perompakan, Tiga Negara Bakal Patroli Bersama

Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo (merdeka.com)

Timlo.net — Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo menyebut operasi militer gabungan antara Indonesia, Malaysia dan Filipina masih dalam pembahasan. Operasi gabungan militer yang bertujuan untuk mencegah perompakan yang terjadi di jalur perdagangan ketiga negara tersebut masih akan dibahas terlebih dahulu saat Menteri Luar Negeri Malaysia dan Filipina beserta Petinggi Militer kedua negara datang ke Indonesia pada 3 Mei mendatang.

“Akan dirapatkan dulu. Sedang diusahakan. Para Menlu dan Panglima Filipina dan Malaysia akan rapat dengan saya,” kata Jenderal Gatot di Kantor Menko Polhukam, Jakarta, Kamis (21/4).

Meski demikian, Gatot memberi sinyal operasi militer gabungan ketiga negara tersebut akan terlaksana. Sebab, Indonesia sendiri sudah dua kali kapalnya dibajak oleh Kelompok garis keras Abu Sayyaf dan 14 WNI disandera oleh kelompok tersebut.

“Kan kalian sudah tahu dua kali dibajak masa diam saja? Kan itu kan jalur bebas. Gimana caranya ya harus dibicarakan karena itu wilayah kan bukan milik Indonesia,” ujarnya.

Menko Polhukam Luhut Pandjaitan menyatakan dalam waktu dekat pemerintah Indonesia akan menjalin koordinasi dengan Malaysia dan Filipina untuk mencegah aksi perompakan yang sering terjadi di jalur perdagangan ketiga negara tersebut.

Koordinasi mencegah aksi perompakan tersebut berupa patroli militer gabungan di perairan Malaysia, Filipina dan Indonesia.

“3 Mei akan ada pertemuan antara petinggi militer Filipina, Malaysia di Jakarta. Agendanya yaitu kemungkinan patroli gabungan di area tersebut,” kata Luhut di Kantornya, Kamis (21/4).

Luhut menjelaskan patroli gabungan tersebut dilakukan untuk mencegah kawasan tersebut marak perompakan seperti yang terjadi di Somalia.

“Kita tidak ingin area ini menjadi The New Somalia,” ujarnya.

Seperti diketahui, perompak Abu Sayyaf saat ini menyandera 14 awak kapal tunda asal Indonesia. Kelompok Abu Sayyaf juga pernah menyandera warga negara Malaysia dan meminta uang untuk tebusan dari awak kapal yang mereka sandera.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge