0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Penyelundupan Puluhan Burung Dilindungi Berhasil Digagalkan

Polisi gagalkan penyelundupan satwa di Surabaya (merdeka.com)

Timlo.net — Penyelundupan satwa berbagai jenis burung dilindungi, digagalkan Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resort Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebanyak 34 burung dilindungi itu dimasukan ke dalam botol air mineral.

Satwa diamankan adalah seekor burung cenderawasih kepala biru, tiga ekor burung julang mas, tiga ekor cenderawasih ekor panjang, enam ekor kakak tua jambul kuning, sepuluh ekor kakatua hijau, dan sebelas ekor kakatua merah.

Selain itu, polisi juga berhasil membekuk dua orang, yakni Saleh (32), warga Dusun Sabungan Timur, Desa Ombul, Kecamatan Kedundung, Kabupaten Sampang, Madura, dan Chairul Anam (25), warga Wonokusumo Lor, Surabaya.

“Kedua tersangka ditangkap Rabu (20/4) kemarin, pukul 05.30 WIB, di atas Kapal Motor Gunung Dempo saat di sekitar Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Saat itu keduanya hendak menyelundupkan burung dari Sorong ke Jakarta, yang kebetulan transit di Pelabuhan Surabaya,” kata Kapolres Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, AKBP Arnapi, Kamis (21/4).

Menurut Arnapi, tersangka Chairul Anam membawa tiga karton besar berisi satwa dilindungi, yang dimasukkan ke dalam botol air mineral sejak dari Sorong. Karton itu disembunyikan di kolong tempat tidur kelas ekonomi, dek IV, Kapal Motor Gunung Dempo.

Sesampainya di pelabuhan, satwa itu diambil oleh tersangka Saleh. Rencananya, satwa itu akan dikirim ke pemesannya berinisial W di Jakarta, dengan menggunakan perjalanan darat. Namun, belum sampai di Jakarta, penyelundupan itu berhasil digagalkan.

“Tersangka Saleh ini sebenarnya sudah menjadi masuk daftar pencarian orang. Tapi, baru sekarang bisa ditangkap,” ujar Arnapi.

Arnapi menjelaskan, Saleh masuk daftar pencarian lantaran pernah melakukan penyelundupan satwa dilindungi pada Februari 2015. Saat itu, tersangka melakukan penyelundupan satwa jenis burung cenderawasih, burung kakatua, raja tupai terbang, bayan hitam, dan satwa lainnya.

“Saat di tahun 2015, tersangka Saleh menyelundupkan satwa menggunakan Kapal Motor Gunung Dempo, berhasil digagalkan anggota reskrim. Tapi, tersangka Saleh tidak ada di lokasi, dan baru kemarin ditangkap,” ucap Arnapi.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge