0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tiga Anak Buah Santoso Dipindahkan ke Lapas Makassar

Ilustrasi Teroris (merdeka.com)

Timlo.net — Tiga terpidana kasus terorisme jaringan teroris Santoso yang ditahan di Rutan Mako Brimob Kelapa Dua, Depok dipindahkan ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas I, Makassar, Kamis, (21/4).

Tiga terpidana terorisme akan melanjutkan hukumannya di Makassar. Mereka dikawal 15 orang pengamanan, terdiri 11 orang dari tim Satgas anti terorisme Kejaksaan Agung dan empat orang lainnya personel Densus Anti Teror 88.

Kedatangannya di Bandara Sultan Hasanuddin dijemput tim Kejari Makassar. Di antaranya Kepala Seksi Pidana Umum (Kasi Pidum) Kejari Sulsel, Zulkarnaen Andi Lopa dan personel Kepolisian.

“Ketiga terpidana ini dari Jakarta tiba di Bandara Sultan Hasanuddin pukul 14.00 WITA tadi dan langsung digiring ke Lapas di jl Alauddin,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Makassar, Deddy Suardy Surachman, Kamis (21/4).

Deddy menjelaskan, ketiga terpidana terorisme tersebut adalah Hasan Zahabi alias Abu Yasid alias Hasan Ayam (30), warga asal Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah yang berprofesi sebagai penjual ayam potong, dan istrinya bernama Rosmawati alias Ros alias Umi Yasid (34) juga warga Kabupaten Poso. Selanjutnya Farid Ramli Hamzah alias Farid alias Ramli (35), warga asal Kecamatan Pallu Timur, Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Deddy menuturkan, Hasan Zahabi alias Abu Yasid divonis 5 tahun 4 bulan dan denda Rp 50 juta, subsider 1 bulan pada 17 November 2015 lalu. Laki-laki yang hanya mengecap pendidikan hingga jenjang SMP ini, divonis bersalah dalam kasus tindak pidana terorisme.

Dia mengikuti pemantapan latihan tadrib Asykari dengan materi latihan perang membuat bom rakitan, untuk melatih kekuatan fisik dan mental menghadapi kaum kafir, polisi dan anggota TNI.

Adapun Rosmawati istrinya, divonis 3 tahun penjara dan denda Rp 50 ribu pada 11 November 2015 lalu. Dia terlibat dalam kegiatan terorisme jaringan Santoso itu dengan mengetahui kegiatan-kegiatan Santoso, berupa latihan militer yang dilakukan di gunung Biru Tamanjeka, Kabupaten Poso pada Juni 2012 lalu. Juga memberikan rekening pribadinya untuk dijadikan sebagai tempat penerima kiriman uang yang dibutuhkan kelompok Santoso.

Kemudian Farid Ramli Hamzah divonis 6 tahun 8 bulan penjara pada 8 Juni 2015 lalu. Dia dinyatakan bersalah melakukan tindak pidana terorisme dengan ikut latihan militer sebagaimana yang dilakukan Abu Yasid. Dia juga melakukan aksi pencurian sepeda motor yang uang hasil penjualannya sebagian diserahkan ke kelompok Santoso.

“Terpidana Hasan Zahabi alias Abu Yasid dan Farid Ramli Hamzah ditahan ke Lapas Klas I Makassar sementara yang perempuan bernama Rosmawati alias Ummi Yasid ditahan di Lapas Bolangi, Kabupaten Gowa,” tutur Deddy.

[cob]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge