0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sejumlah Pendamping Desa Ngadu ke Wabup Boyolali

dok.timlo.net/nanin
Barisan Nasional Pendamping Desa saat bertemu dengan Wakil Bupati Boyolali Said Hidayat (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Barisan Nasional Pendamping Desa (BNPD) kembali mengadukan nasib mereka ke Wakil Bupati Boyolali, Said Hidayat. Setelah sebelumnya mereka mengadu ke DPRD Boyolali. Pengaduan terkait kebijakan pusat yang akan melakukan seleksi ulang seperti dilontarkan Menteri Marwan Jafar.

“Kami rata-rata sudah mengabdi belasan tahun sebagai pendamping desa,” kata Ketua BNPD Boyolali, Winarto, Kamis (21/4).

Selain itu, lanjut Winarto, lucu bila para pendamping desa yang menjadi tim seleksi harus ikut seleksi ulang. BNPD menduga kebijakan seleksi ulang ini sebagai upaya menyingkirkan pendamping desa dengan cara halus. Apalagi, proses seleksi disinyalir tidak transparan dan bermuatan politis.

Sementara itu, Wabup Boyolali Said Hidayat, berjanji akan ikut memperjuangkan nasib mereka. Hanya saja, pihaknya masih harus koordinasi dengan Bupati Seno Samodro yang saat ini masih ada keperluan dinas di luar kota. Pihaknya juga meminta para pendampung desa ini tetap bekerja dan tetap tenang.

“Akan saya rembug dengan bupati dulu,yang penting semuanya tenang,” ujarnya di hadapan 35 anggota BNPD.

Diakui, desa sangat membutuhkan pendamping desa, apalagi saat ini digelontor dana desa yang nilainya sangat besar. Oleh karena itu, desa sangat membutuhkan pendamping yang profesional sehingga bisa bekerja maksimal memberi masukan terkait penggunaan dana desa.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge