0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

HPP Raskin Rendah, Mitra Bulog Angkat Tangan

Kabag) Perekonomian Setda Wonogiri, Eddy Try Hardyantho (dok.timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Rendahnya harga pembelian pemerintah (HPP) beras untuk warga miskin (Raskin) membuat sejumlah mitra atau rekanan pemasok Raskin ke gudang Bulog Wonogiri mengundurkan diri, Kamis(21/4).

“Bayangkan HPP yang dipatok pemerintah pada kisaran Rp 7.300 perkilo, sedang harga beras premium di pasaran berkisar Rp 8.000’Kg, jadi kita kesulitan mencari bahan baku untuk Raskin,” ungkap salah satu mitra Bulog yang enggan disebutkan namanya.

Menurutnya, ada perbedaan penetapan standar beras petani yang disetor ke Bulog antara kabupaten/kota satu dengan lainnya.

“Di Pacitan misalnya, Bulog di sana memberikan syarat yang tidak rumit sehingga diduga kini banyak beras kita yang lari ke sana,” ujarnya.

Dikatakan, dengan harga pembelian beras di bawah HPP yakni Rp 7.200/Kg, para mitra Bulog tidak menanggung biaya angkutan sehingga lebih menguntungkan jika harus setor ke gudang Bulog Ngadirojo, Wonogiri.

“Akibat berkurangnya pasokan beras dari mitra, stok gudang Bulog Ngadirojo kini sangat minim,” tandasnya.

Kepala Bagian (Kabag) Perekonomian Setda Wonogiri Eddy Try Hardyantho membenarkan ada sejumlah kecamatan yang menebus Raskin bulan April ini ke gudang Bulog Sragen. Soalnya, stok gudang Bulog Wonogiri menipis sehingga tidak mencukupi didistribusikan ke 25 kecamatan.

“Dari 70 569 KK atau rumah tangga sasaran (RTS) dengan total 1.058.535 Kg Raskin di Wonogiri, ada 9 kecamatan yang menebus ke gudang Bulog Sragen untuk memenuhi kebutuhan 27.163 RTS atau total Raskin 407.445 Kg,” tambahnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge