0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ngaku Wartawan, Peras Keluarga Tersangka di Pengadilan

Ari Purnomo, Koordinator Forum Jurnalis Karanganyar (dok.timlo.net/nanang rahadian)

Karanganyar — Sejumlah keluarga tersangka yang berkasus di Pengadilan Negeri (PN) Karanganyar mengeluhkan adanya tindakan yang mengarah pemerasan. Tindakan itu dilakukan oleh sejumlah orang yang mengaku wartawan dari berbagai media lokal.

“Mereka menjanjikan kasus saudaranya tersebut bisa tidak tayang di media dengan imbalan sejumlah uang,” kata Ari Purnomo, Koordinator Forum Jurnalis Karanganyar, Rabu (20/4).

Dia mengatakan, kabar ini diterima dari Humas PN Karanganyar yang mendapatkan laporan dari salah seorang keluarga terdakwa yang kasusnya justru malah muncul di media massa. Dia mengaku sudah menyerahkan sejumlah uang kepada beberapa orang yang mengaku wartawan agar kasusnya tidak disiarkan.

“Terus terang praktik seperti ini sudah meresahkan karena menjatuhkan martabat wartawan beneran yang bertugas si wilayah ini. Kami tidak terima profesi mulia ini disalahgunakan untuk memalak orang kesusahan,’’ kata Ari Purnomo.

Namun ternyata persidangan kasus itu diliput oleh para wartawan asli karena pertimbangan nilai beritanya yang baik. Karena itu akhirnya tetap muncul di media karena yang meliput dengan yang diserahi uang berbeda.

Ari mengatakan, diduga kasus pemalakan seperti itu sudah berlangsung lama dan banyak keluarga terdakwa yang sudah terkena palak. Sebab selama ini wartawan yang tergabung dalam Forum Jurnalis Karanganyar yang benar-benar berprofesi sebagai wartawan, sangat jarang meliput di PN. Kecuali ketika ada kasus besar yang memiliki nilai berita tinggi.

‘’Padahal saya tahu ternyata kelompok wartawan abal-abal itu hampir setiap hari nongkrongi peradilan berbagai kasus. Karena itu dugaan saya praktik seperti itu sudah berjalan lama. Karena itu kami merasa dirugikan,’’ kata dia.

Ke depan, dia meminta siapapun, terutama keluarga terdakwa yang kasusnya sedang disidangkan di PN Karanganyar agar hati-hati. Tidak pernah ada wartawan betulan yang mendekati keluarga terdakwa untuk meminta sejumlah uang.

Wartawan Karanganyar yang benar tidak pernah melakukan seperti itu. Kalau memang kasus itu besar, bernilai berita, pasti akan diliput. Kalau kasusnya biasa saja, wartawan tidak akan datang menunggui persidangan.

‘’Jangan percaya kalau ada orang mengaku wartawan meminta uang dengan dalih agar kasus itu tidak ditulis. Itu pasti wartawan abal-abal,’’ tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge