0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

HARI KARTINI

Prof Ismi: Perempuan Harus Gigih dan Tangguh

dok.timlo.net/tyo eka
Prof Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni MSi , Dekan Fisip UNS (dok.timlo.net/tyo eka)

Solo — Perempuan karier sesukses apapun harus mempunyai kemampuan memposisikan dirinya, misalkan di keluarga maka memposisikan dirinya sebagai isteri, dan suami sebagai kepala keluarga. Sehingga tidak mengatur atau menampilkan seolah-olah dirinya paling hebat. Karena kepala keluarga itu suami.

“Walau di saat tertentu memang dibutuhkan dalam mengemukakan pendapat terkait suatu permasalahan,” ungkap pakar gender FISIP Universitas Sebelas Maret (UNS), Prof Dr Ismi Dwi Astuti Nurhaeni MSi kepada Timlo.net saat dimintai komentarnya tentang Emansipasi Perempuan di Peringatan Hari Kartini, di ruang Humas UNS, Solo, Kamis (21/4).

Sekarang ini, kata Ismi, dimana media sudah terbuka secara luas dibarengi perkembangan teknologi komunikasi, umumnya kaum perempuan sudah memiliki keberanian untuk tampil, terutama untuk mengeluarkan pendapat.

“Di basis-basis lokal, seperti organisasi PKK misalnya, perempuan telah dituntut untuk tampil memimpin,” ungkap Ismi yang kini menjabat Dekan FISIP UNS.

Ke depan, menurut Ismi, perempuan harus selalu meningkatkan kualitasnya, terutama perannya. Perempuan juga harus gigih dan tangguh. “Perempuan juga harus berani belajar, dan mau belajar dari lingkungannya,” tandasnya.

Ismi mengatakan, jangan pernah berpikir bahwa belajar itu selalu dari lembaga pendidikan formal seperti perguruan tinggi. Justru dengan alam, masyarakat dan lingkungan. “Sebetulnya kita bisa belajar mengenai sesuatu hal,” ujarnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge