0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Nunggak Gaji Karyawan, Lima Pekerja WNA ‘Disandera’

Ilustrasi Demo Buruh (merdeka.com)

Timlo.net — Lima Warga Negara Asing (WNA) yang bekerja di PT Siemens segera diperiksa Imigrasi Batam. Pemeriksaan kepada lima WNA ini berkaitan dengan tuntutan buruh karena tidak menerima upah dan mendapat perlakuan buruk.

“Yang kita alami di PT Eugos menyakitkan. Kita sudah sandera mereka (para pimpinan) untuk membayar gaji,” kata salah seorang pekerja, Ustandi, Rabu (20/4).

Eugos adalah perusahaan yang menjadi mitra PT Siemens dalam proyek kerja sama. Namun, menurut pengakuan Ustandi, PT Siemen tidak melakukan pembayaran kewajiban kepada Eugos, selaku perusahaan sub kontraktor.

“Usut punya usut rupanya uangnya sangkut di Siemens. Sudah ada beberapa kali perbincangan. Ada perbedaan klaim dari Eugos kepada BPJS. Nunggak dari bulan November iuran BPJS,” ungkapnya.

Sementara itu, pengurus Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI), Tarigan, meminta agar para bos PT Siemen diperiksa imigrasi soal perijinannya.

“Kami minta imigrasi terlibat. Karena TKA (Tenaga Kerja Asing) yang tingkah laku nya kurang ajar. Ketika dia berdiri di sini aturan dan budaya negara kita harus dihormati dan ditaati,” katanya.

Kepala Kantor Imigrasi Batam, Agus Widjaja, yang menerima para massa di kantornya, berjanji akan segera mengeluarkan Surat Perintah (Suprint) kepada penyidik.

“1×24 jam akan kita panggil. Akan kita berikan suprint nya,” kata Agus.

Imigrasi terlebih dahulu akan melakukan verifikasi guna menghindari salah nama. Beralasan ejaan nama orang Asing dari benua Eropa bisa menjadi kendala.

“Soal nama-nama kita belum bisa klarifikasi. Saya senang sekali jika ada fotocopy paspor nya diberikan kepada kita,” katanya lagi.

Belum diketahui pasti, apakah Suprint yang dimaksud langsung ditujukan kepada lima WNA yang dimaksud atau kepada manajemen PT Siemens. Agus Widjaja sempat mengatakan bahwa PT Siemen dan PT Eugos akan ikut dipanggil dan juga akan melibatkan Dinas Tenaga Kerja.

“Kita akan panggil Eugos dan Siemen. Kalau misal ijin tinggal nya benar. Masukannya akan ke ranah penyidikan umum. Apa pun informasi yang bapak berikan, akan kita rapatkan kembali,” ujarnya.

Puas berdialog dan mendapat janji dari Imigrasi, puluhan buruh pun akhirnya bubar. Sejumlah Pasukan Huru Hara (PHH) yang sudah bersiaga juga ikut membubarkan diri.

[ang]

Sumber : merdeka.com

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge