0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ibunda Moch Ariyanto Sempat Tak Ijinkan Anaknya Berlayar

merdeka.com
Pelaut disandera di Filipina (merdeka.com)

Timlo.net — Keluarga Kapten Moch Ariyanto Misnan menyayangkan pengawalan terhadap kapal TB Henry tak dilakukan pada saat pulang menuju Indonesia. Sehingga kapal yang ditumpangi 10 anak buah kapal dibajak oleh kelompok militan Filipina.

“Berangkatnya dikawal aparat keamanan, namun pulangnya enggak dikawal,” kata orang tua Kapten Ariyanto, Melati Ginting (52) warga Taman Narogong Indang, Jalan Garuda 6 RT 3 RW 22, Kelurahan Pengasinan, Kecamatan Rawalumbu, Kota Bekasi, Rabu (20/4).

Melati mengaku sempat tak mengijinkan anaknya berlayar ke Filipina. Ketakutannya akhirnya terbukti. Kapal diisi anaknya alami pembajakan oleh kelompok militan Abu Sayyaf pada 26 Maret lalu. Padahal anaknya menginformasikan bahwa berlayar ke Filipina mendapatkan pengawalan.

“Waktu berangkatnya aman, ternyata pas pulangnya tidak ada pengawalan, akhirnya kapal dibajak,” ujarnya.

Karena itu, dia mengaku cukup terkejut setelah mendapatkan kabar bahwa anaknya menjadi korban pembajakan oleh kelompok militan itu di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia.

“Artinya, tidak ada jaminan keamanan di laut. Kenapa hanya berangkatnya saja, kenapa pulangnya tidak dikawal,” kata ibu lima anak ini.

Seperti diketahui, kapal berbendera Indonesia yakni milik PT Global Trans Energy International yaitu kapal TB Henry dibajak di perairan perbatasan antara Filipina dan Malaysia. Dari 10 anak buah kapal, empat di antaranya masih disandera pembajak.

Empat orang masih disandera antara lain, Moch Ariyanto Misnan (kapten), Lorens MPS, Dede Irfan Hilmi dan Samsir. Para militan yang menyandera meminta uang tebusan sekitar Rp 14,5 Miliar.

[ang]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge