0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kebangkitan Sony Dwi Kuncoro Setelah Keluar dari Cipayung

merdeka.com
Sony Dwi Kuncoro (merdeka.com)

Timlo.net — Sony Dwi Kuncoro baru saja mengejutkan dunia bulutangkis Indonesia dan dunia. Pebulutangkis 31 tahun ini baru saja menjadi juara pada ajang Singapura Terbuka 2016. Ini adalah gelar prestige keduanya usai terpental dari Pelatnas Cipayung pertengahan 2014 lalu.

“Hampir semua pemain setelah keluar dari Pelatnas pasti merasa down, kecewa, malas enggan latihan. Tapi saya bertekad untuk bangkit demi keluarga. Saya butuh enam bulan agar bisa bangkit lagi. Penyesuaian lagi untuk bisa bermain bulutangkis lagi,” ucap Sony.

Sony menuturkan bahwa ia menemui sejumlah kesulitan setelah keluar dari Pelatnas. Seperti perbedaan fasilitas yang tersedia, sponsor dan tidak adanya uang saku untuk mengikuti turnamen. Cedera pinggang yang menghinggapinya, juga punya andil atas menurunnya performa peraih medali perunggu Olimpiade 2004 di Athena, Yunani ini.

“Saya mengalami itu semua. Selama masa enam bulan itu, saya mencoba mencari fasilitas untuk latihan dan sponsor supaya bisa ikut turnamen,” tutur Sony.

Sony juga harus melawan rasa gengsinya. Sebagai mantan pebulutangkis top Indonesia yang sering ikut kejuaraan level dunia, ia lantas turun kasta dengan main di level Sirnas, GP Gold hingga Challenge.

“Luar biasa, butuh mental yang kuat. Mindernya itu loh. Apalagi saya juga mengikuti kejuaraan-kejuaraan kecil untuk bisa meraih hasil sekarang ini,” beber Sony.

Sebelum merebut juara Singapura Terbuka, Sony meraih keberhasilan di Chinese Taipei Grand Prix 2015. Itulah gelar bergengsi pertamanya usai terdepak dari Pelatnas. Dua gelar ini membuat mental Sony pulih. Ia pun kembali optimistis untuk menatap kejuaraan-kejuaraan level dunia lainnya.

“Sebelumnya saya tidak diperhitungkan bisa menjuarai Singapura Terbuka. Tidak sedikit yang meremehkan saya bisa tampil seperti saat masih di Pelatnas Cipayung. Tapi, buktinya saya bisa meraih prestasi,” tandas Sony.

Sony berharap bisa menginspirasi para pebulutangkis muda Surabaya dan Indonesia.

“Jangan gampang menyerah andai ada pebulutangkis muda yang terdepak dari Pelatnas, misalnya. Ini loh saya bisa tetap berprestasi meski sudah tidak di Pelatnas Cipayung,” kata Sony.

(faw/asa)

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge