0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Satu Dasawarsa, Solo Menari 24 Jam Semakin Dewasa

dok.timlo.net/achmad khalik
Solo Menari 24 Jam tahun silam (dok.timlo.net/achmad khalik)

Solo — Di usianya yang ke-10, penyelenggara Solo Menari 24 Jam memberikan sentuhan lain dari tahun-tahun sebelumnya. Kali ini pergelaran yang diselenggarakan untuk memperingati Hari Tari Sedunia itu akan dilengkapi dengan seminar internasional dan penerbitan buku.

“Tahun ini memang spesial karena sudah sepuluh kalinya kita selenggaraan. Kegiatan seminar dan penerbitan buku sekaligus jadi tanda kedewasaan even ini dengan adanya pertanggungjawaban akademik,” kata salah satu panitia, Wasi Bantolo, Rabu (20/4).

Selain adanya kegiatan tambahan berupa seminar dan penerbitan buku, jumlah peserta pun ditargetkan melebihi even yang sama tahun lalu. Kali ini, even yang akan digelar 28-29 April itu melibatkan sekitar 6.000 penari. Di antaranya ada 4.000 penari yang terbagi dalam 221 grup. Di samping itu ada 1.000 penari Gambyong dan penari-penari lain yang tersebar di berbagai lokasi.

Jadwal acara pun turut berubah. Biasanya, pembukaan dimulai pukul 06.00 WIB dan berakhir keesokan harinya di hari yang sama. Kali ini acara akan berlangsung mulai pukul 16.00 WIB hingga 16.00 WIB keesokan harinya. Perubahan tersebut dibuat berdasarkan evaluasi pelaksanaan even di tahun-tahun sebelumnya.

“Iini demi efektifitas waktu, juga mempertimbangkan pola aktifitas warga Solo,” kata dia.

Terpisah, Rektor Institut Seni Indonesia, Dr Sri Rochana menerangkan Festival Solo Menari 24 Jam kali ini mengangkat tema Menyemai Rasa, Semesta Raga. Tema tersebut menunjukkan kedewasaan even itu sendiri. Kegiatan menari dimaknai lebih dari sekadar gerak fisik namun lebih kepada penciptaan keselarasan keselarasan.

“Penari yang baik adalah penari tidak hanya menari secara fisik tapi dia juga paham esensi tariannya,” tandasnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge