0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

44 Desa Rawan Kekeringan

dok.timlo.net/nanin
Pemkab siap droping air ke daerah rawan kekeringan (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Menghadapi musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, berencana membentuk posko di wilayah rawan kekeringan. Setidaknya ada 44 desa di enam kecamatan yang masuk daerah rawan kekeringan.

“Posko ini nanti ditiap kecamatan yang daerahnya rawan kekeringan, tujuanya untuk memudahkan penangganan,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Boyolali, Purwanto, Rabu (20/4).

Hasil pemetaan BPBD dan relawan, 44 desa di enam kecamatan yang masuk daerah rawan kekeringan. Antara lain Juwangi, Kemusu, Wonosegoro, Karanggede, Andong, dan Musuk. Rinciannya, di wilayah Kecamatan Musuk ada 13 desa yang rawan kekeringan, Wonosegoro 13 desa, Kemusu lima desa, Andong enam desa, Karanggede dua desa, dan Juwangi lima desa.

“Hampir tiap musim kemarau, daerah-daerah tersebut selalu mengalami kekeringan, karena tidak ada sumber airnya,” tambahnya.

Informasi yang diterima BPBD Boyolali dari BMKG Jateng, curah hujan di bulan April sudah dibawah normal, yaitu antara 201 sampai 300 milimeter. Adapun pada Juni, Juli, Agustus, September mulai masuk puncak kemarau. BPBD juga sudah menyiapkan enam mobil tangki untuk melakukan droping air.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge