0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Paska Penutupan Penambangan, Warga Bingung

Seorang pencari batu kali di Sungai Wiroko (timlo.net/tarmuji)

Wonogiri — Aktivitas penambangan di sejumlah wilayah Wonogiri ditutup sementara. Puluhan penambangan tersebut diklaim tidak mengantongi ijin. Salah satunya penambangan pemecahan yang batu kali di Kecamatan Tirtomoyo. Warga bingung lantaran tidak bisa memenuhi kebutuhan sehari-hari. Mereka bergantung pada hasil alam Sungai Wiroko itu.

“Sudah satu bulan ini tidak truk yang datang membeli batu kali ini,” ungkap Khaliq warga Cangkring Kecamatan Tirtomoyo, Rabu (20/4).

Menurutnya, dengan adanya penutupan pabrik pemecahan batu kali oleh Pemkab, membuat dirinya harus berputar otak untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

“Mau bertani kami tidak punya lahan pertanian,” ujarnya.

Selama ini dirinya menggantung kan hidupnya dengan mengumpulkan batu kali dialiran Sungai Wiroko. Setiap satu rit truk dihargai Rp 100 Ribu. Dalam sehari dirinya mampu menjual satu hingga dua rit truk dump.

Dari pengakuannya, sudah puluhan tahun mencari dan mengumpulkan batu kali. Bahkan, kebanyakan warga sekitar aliran sungai Wiroko ini mengais rejeki dari hasil alam ini. Selain mengumpulkan batu kali, warga lainnya juga mengumpulkan pasir, untuk dijual sebagai bahan bangunan.

Saat ditanya tentang kerusakan alam akibat penambangan tersebut, dirinya enggan berkomentar. Namun, dirinya juga menyebut jika, setiap banjir datang, rejeki mereka mengalir, ribuan kubik pasir dan batu siap dikumpulkan.

“Ya bagaimana lagi, kita tidak ya ketrampilan selain cari batu dan pasir mas,” katanya.

Sementara itu Bupati Wonogiri Joko Sutopo menegaskan, jika aktivitas penambangan di wilayah Wonogiri ada sekitar 20 titik, mulai bulan lalu sudah dihentikan sementara, lantaran tidak berijin. Sedang sembilan diantaranya baru dalam tahap evaluasi. Surat edaran telah dikeluarkan melalui DPUESDM Wonogiri.

Bupati menyatakan, jika Sungai Wiroko merupakan penyumbang sedimentasinya terbesar untuk Waduk Gajah Mungkur. Selain merusak alam, infrastruktur jalan juga mengalami kerusakan akibat aktifitas pertambangan tersebut. Disisi lain, kontribusi terhadap pemerintah(pajak) daerah minim.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge