0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ketika Jamu Tradisional Masih Jadi Andalan

Puluhan ibu-ibu penjual jamu tradisional di Desa Penggung, Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

Boyolali — Di tengah kemajuan pelayanan kesehatan, ternyata jamu tradisional atau biasa dikenal jamu gendong, masih menjadi andalan masyarakat. Di Desa Penggung, Boyolali Kota, tercatat masih ada 20-an warga yang berjualan jamu tradisional.

“Alhamdullilah sampai sekarang masih ada peminatnya, kalangan muda bahkan ada yang jadi langganan saya,” kata Hanik (45) salah satu penjual jamu gendong, Rabu (20/4).

Untuk menjajakan jamu tradiosional buatannya tersebut, Hanik berkeliling di wilayah Penggung. Beberapa jamu tradisional yang dijualnya, seperti beras kencur, cabe lempuyang dan brotowali. Jamu-jamu tersebut, menurut Hanik, mempunyai khasiat sendiri-sendiri. Untuk jamu beras kencur biasanya untuk menyegarkan badan, sedangkan cabe lempuyang untuk menghilangkan pegal-pegal dan nyeri sendiri.

“Kalau brotowali biasanya untuk nafsu makan,” tambahnya.

Bahan-bahan untuk membuat jamu dibeli di Pasar Ampel. Pembuatan jamu dilakukan di pagi hari sekitar pukul 04.00 WIB. Sedangkan untuk harga, satu gelas dijual antara Rp 1.000 – Rp 2.500.

“Pokoknya murah meriah, dijamin badan langsung sehat,” ujarnya sambil tertawa.

Selain Hanik, ada juga Sukarti (52), pelangganya tidak hanya orang tua, namun juga anak-anak muda. Sukarti sendiri biasanya mulai berjualan keliling pukul 07.00 WIB dan pukul 13.00 WIB dagangannya sudah habis.

“Sudah banyak pelanggan, jadi tinggal mendatangi saja,”tandasnya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge