0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ratusan Hektar Cengkeh Diserang Hama

Tanaman cengkeh petani Girimarto mengering,karena terserang bakteri pembuluh kayu. (foto: Tarmuji)

Wonogiri – Hampir dua tahun belakangan ini, tanaman cengkeh milik warga Kecamatan Girimarto mengalami penurunan produksi. Pasalnya, ratusan hektar tanaman cengkeh diserang hama bakteri.

“Dari 70 hektar lahan cengkeh, sekitar 60 persennya terserang penyakit,” ungkap Camat Girimarto, Suparmo, Selasa (19/4).

Menurutnya, luas total lahan tanaman cengkeh di Girimarto sendiri sekitar 200 hektar. Sedang saat ini, tanaman cengkeh yang terserang penyakit pembuluh kayu, mulai ditebang dan diganti dengan tanaman lain.

“Mula- mula tanaman cengkeh itu daunnya berguguran, ranting mengering kemudian disusul batangnya,” jelas dia.

Akibatnya, hasil produksi cengkeh petani di Girimarto mengalami penurunan drastis. Kerugian yang diderita mencapai miliaran rupiah. Di Girimarto ada satu desa dan lima dusun terdampak penyakit pembuluh kayu.

Pihaknya telah berupaya mencari solusi untuk penanggulangan penyakit tersebut. Namun, pihaknya belum menemukan penangkalnya.

Bupati Wonogiri, Joko Sutopo mengaku prihatin dengan serangan hama tersebut. Pihaknya pun berjanji akan memberikan perhatian khusus. Salah satunya dengan memberikan bantuan tanaman pengganti.

Dia pun mengajak warga untuk melakukan Gerakan Pengendalian Penyakit Bakteri Pembuluh Kayu Cengkeh (BPKC) melalui Dishutbun Wonogiri.

“Untuk memutus siklus itu tanaman cengkeh harus ditebangi dan diganti dengan tanaman lain minimal lima tahun,” ujar Bupati.

Sejumlah 16 Ribu bibit tanaman yang terdiri dari 7.500 bibit kopi, 5.000 bibit sengon dan 3.500 bibit kakao dari APBD Propinsi dan APBD Kabupaten ini dibagikan untuk masyarakat di wilayah Kecamatan Jatiroto dan Girimarto yang terkena dampak BPKC.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge