0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua BPR Dalam Pengawasan OJK

foto: Setyo
Kepala OJK Solo Laksono Dwionggo (kiri) (foto: Setyo )

Solo – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) lakukan pengawasan dua Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di eks Karisidenan Surakarta. Hal itu karena kinerja kedua BPR tersebut masuk dalam kategori high risk atau kurang sehat, sehingga perlu adanya perbaikan.

“Dari dua BPR yang kondisinya kurang sehat tersebut, satu diantaranya sudah kita lakukan penanganan. Dan kondisi terakhir sudah ada perbaikan karena ada investor yang berniat membeli,” ujar Kepala OJK Solo Laksono Dwionggo kepada wartawan, Selasa (19/4).

Dirinya menilai, high risk yang terjadi pada kedua BPR tersebut bukan karena adanya kesalahan manajemen. Melainkan kurang komunikasi dari sisi internal, misalnya belum adanya persamaan persepsi antara pemegang saham dengan direksi.

“Yang satu bisa dikatakan selesai. Namun satunya lagi masih kita dorong untuk segera menggelar RUPS (rapat umum pemegang saham), agar ada perbaikan,” jelasnya.

Kendati demikian, Laksono menegaskan kondisi BPR di eks Karisidenan Surakarta secara keseluruhan sehat dan dalam kondisi normal. Bahkan jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, jumlah aset, pembiayaan maupun DPK terjadi pertumbuhan yang cukup signifikan.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge