0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Sudah Diawasi 22 CCTV, Museum Radya Pustaka Masih Kecolongan

Anak-anak kunjungi Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/heru murdhani)

Solo — Pemasangan 22 closed circuit television (CCTV) alias kamera pengawas di Museum Radya Pustaka dirasa tidak banyak membantu pengamanan museum, khususnya di siang hari. Namun nyatanya masih ada pengunjung yang menyentuh, bahkan duduk di atas koleksi museum meskipun sudah ada larangan tertulis.

“Kalau saya di ruang pengawasan CCTV, saya tidak bisa bertindak kalau ada yang berulah,” kata Juru Rawat Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Fajar Suryanto, Selasa (19/4).

Menurutnya, CCTV di Museum Radya Pustaka belum maksimal karena pengawas di ruang monitor tidak bisa berkomunikasi dengan petugas lapangan. Akibatnya, museum kerap terlambat menangani kejadian di lokasi karena minimnya personel.

Ia menceritakan, meskipun sudah ada larangan tertulis, pengunjung sering nekat menyentuh benda koleksi. Bahkan tak jarang ada pengunjung yang berfoto sambil duduk di kursi antik koleksi museum radya pustaka. Peristiwa tersebut terjadi beberapa kali sehingga kursi antik tersebut rusak. Untungnya pihak museum tetap sigap dan segera memperbaiki kerusakan tersebut.

“Sebenarnya tugas saya hanya juru rawat. Tapi karena keterbatasan personel, saya juga merangkap petugas loket, guide dan keamanan. Pokoknya ada pekerjaan ya dikerjakan. Tinggal siapa yang sedang longgar,” terangnya.

Perlu diketahui, saat ini Museum Radya Pustaka hanya dikelola 4 orang komite dan 8 orang pegawai. Tiga pegawai berperan sebagai juru rawat koleksi, tiga lainnya mengelola arsip dan perpustakaan, dan hanya satu yang bertugas sebagai keamanan.

Terpisah, Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka, ST Wiyono menerangkan Komite Museum pernah mengajukan penambahan tenaga keamanan untuk Museum Radya Pustaka. Namun permohonan tersebut tidak pernah terealisasi hingga saat ini.

“Dulu pernah minta tambahan personel untuk keamanan. Tapi katanya dengan CCTV ini sudah cukup,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge