0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ini Sosok Daffa, Bocah Penghalau Motor Ugal-ugalan

Daffa bersama neneknya (merdeka.com)

Timlo.net – Aksi heroik ditunjukkan seorang anak SD menghentikan sepeda motor yang melewati trotoar karena kemacetan di Jl Jenderal Sudirman, sekitar lampu merah Kalibanteng, Semarang. Aksi anak bernama Daffa ini diunggah di akun facebook Ronald Kusuma.

Daffa lahir 24 Oktober 2006 lalu, merupakan anak pasangan dari Yuri dan Dinar. Dia tinggal di rumahnya yang berada di sisi kiri jembatan layang Kawasan Kalibanteng, Semarang. Ia diasuh neneknya, Murti (72), pensiunan Perhutani.

Saat ditemui, Daffa nampak bersemangat dan langsung memperlihatkan sepotong kaosnya yang dipakai saat beraksi menghalau motor di trotoar dan menjadi pembicaraan ramai di sosial media.

“Kaos ini yang saya pakai waktu saya stop di sana,” ungkapnya, Selasa (19/4).

Daffa mengaku aksi nekatnya itu dilakukannya karena dia tahu trotoar tempat untuk pejalan kaki, bukan untuk dilewati oleh sepeda motor.

“Saya cegat seminggu yang lalu. Supaya tidak pada lewat trotoar. Enggak boleh. Di TV-TV dan spanduk kan banyak. Ya endak papa. Kan endak boleh lewat trotoar,” ungkap Daffa.

Daffa mengungkapkan kebiasaan menyetop pemotor itu berlangsung sejak Januari lalu. Kebiasaan menyetop pejalan kaki itu kadang dilakukan sendiri, kadang bersama kakaknya, Enrico.

“Tapi seringnya sendiri. Kadang bareng kakak saya Enrico, sambil sepedaan saya di pinggir trotoar menyetop pemakai motor. Kan enggak boleh lewat jalan trotoar pemakai motor. Enggak bolehlah,” ujarnya.

Kesibukan kedua orangtua yang bekerja di luar kota membuat Daffa tak hanya diasuh neneknya, dia juga diasuh seorang pembantu bernama Partiyah atau akrab dipanggil Mbak Yah.

Yuri, sang ayah Daffa bekerja di proyek atau kontraktor di luar kota. Kemudian ibunya Dinar adalah bekerja di sebuah bank swasta di Kabupaten Demak, Jawa Tengah.

“Sehari-hari dia bersama saya dan Mbah Yah pembantu kami. Anaknya hiperaktif dan kalau ngomong dan berdebat tidak mau kalah. Kritis dan cerdas,” ungkap neneknya, Murti.

merdeka.com

merdeka.com

Murti mengaku aksi yang dilakukan oleh cucunya yang hiperaktif dan paling menyukai pelajaran IPA itu mengundang risiko. Bahkan dirinya baru mengetahui aksi yang dilakukan oleh Daffa saat Jumat (15/4) lalu.

“Saya tahunya pas hari Jumat minggu kemarin. Dari pembantu saya, Partiah panggilanya Mbak Yah. ‘Itu lho bu, dia di sana nyegati motor yang lewat trotoar’,” ungkapnya menirukan pembantunya saat itu.

Murti sangat berterima kasih jika ternyata aksi yang dilakukan oleh cucu keduanya itu mendapatkan apresiasi dari para netizen setelah diupload oleh salah seorang pemakai jalan yang melihat cucunya berani menghalau pemotor yang melewati trotoar.

“Yah saya ucapkan terima kasih. Tapi kan seharusnya itu tugas polisi. Lain kali, Daffa jangan lagi yah begitu, soalnya berbahaya. Itu kan tugasnya pak polisi,” kata Murti sambil menasihati Daffa.

[tyo]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge