0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Bakal Jadi UPTD, Pegawai Museum Radya Pustaka Siap Diganti

dok.timlo.net/dhefi nugroho
Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo — Wacana pengangkatan status Museum Radya Pustaka menjadi Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) kian menguat. Pihak Pemerintah Kota (Pemkot) Solo pun serius mempertimbangkan untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Tidak ada persoalan (bila Pemkot mengambil alih pengelolaan Museum Radya Pustaka melalui UPTD). Kita sudah punya pengalaman seperti itu,” kata Walikota Solo FX Hadi Rudyatmo ketika ditemui wartawan, Selasa (19/4).

Tahun 2012 silam, Pemkot mengambil alih pengelolaan Stadion Manahan, Stadion Sriwedari, dan Gedung Olah Raga Manahan yang sebelumnya dikelola yayasan. Pengalaman tersebut, menurut Rudy –sapaan akrab Walikota Solo, dapat menjadi acuan Pemkot dalam menangani polemik yang meliputi Museum Radya Pustaka yang hingga saat ini belum berbadan hukum. Sehingga pencairan dana hibah untuk operasional museum selalu terlambat.

Kendati demikian, Rudy tidak menganggap enteng perubahan status Museum Radya Pustaka menjadi UPTD di bawah pengelolaan Pemkot. Pasalnya, untuk menjadi UPTD, museum harus memenuhi syarat yang dibuktikan melalui audit aset, keuangan, dan sumber daya manusia (SDM).

“Kalau sudah lolos itu semua, baru bisa jadi UPTD. Tapi apa pun nanti bentuknya, mau UPTD atau apa, yang penting museum tetap berfungsi melayani masyarakat yang ingin mengenal sejarah,” tegasnya.

Sementara itu, Sekretaris Museum Radya Pustaka, ST Wiyono mengaku pihaknya akan menyesuaikan diri bila rencana pembentukan UPTD museum terealisasi. Ia bahkan mendukung terbentuknya lembaga yang dikabarkan berada di bawah naungan Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) itu.

“Kita pasrah saja, Pemkot maunya seperti apa. Yang penting museum tetap berjalan,” kata dia.

Terpisah, Juru Rawat Balai Pelestarian Benda Cagar Budaya (BPCB) Jawa Tengah, Fajar Suryanto mengaku senang bila Pemkot mau mengambil alih pengelolaan museum. Ia bahkan bersedia siap digantikan bila Pemkot memiliki tenaga ahli yang lebih mumpuni.

“Kalau seandainya jadi UPTD dan saya diberhentikan, nggak masalah. Asal museum dan benda-benda koleksinya bisa lebih terawat,” kata dia.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge