0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kisah Nyata di Balik Film Horor “Haunting in Connecticut”

Dok: Timlo.net/my.xfinity.com
Rumah berhantu di Connecticut. (Dok: Timlo.net/my.xfinity.com)

Timlo.net—Salah satu film horor yang diakui diangkat dari kisah nyata adalah film berjudul “Haunting in Connecticut” yang tayang pada 2009. Film itu mengisahkan tentang keluarga Campbell terdiri dari Sara (Virginia Madsen) dan Peter (Martin Donovan) pindah ke Connecticut supaya dekat dengan dokter putera mereka, Matt (Kyle Gallner). Matt didiagnosis menderita kanker. Tapi setelah pindah ke rumah baru ini, perilaku Matt semakin aneh. Matt menyalahkan rumah baru mereka yang dikatakannya berhantu. Sara kemudian meminta pertolongan seorang pendeta, dan roh-roh di rumah itu sepertinya lenyap. Tapi kondisi Matt tiba-tiba menjadi buruk dan kehidupan Sara berserta seluruh anggota keluarga berada dalam bahaya.

Film horor ini diangkat berdasarkan kisah yang dialami oleh Carmen Reed beserta keluarganya. “Saya merasa sangat emosional saat melihat kehidupan saya dimainkan pertama kali di layar lebar,” kata Reed, 60, yang tinggal di rumah berhantu di Connecticut selama dua tahun.

Carmen dan suaminya Allen pindah ke rumah tua di Southington, Connecticut, Amerika Serikat (AS) pada 1986 bersama puteri mereka dan tiga putera mereka. Tidak berapa lama, keluarga mereka menyadari jika rumah itu adalah bekas rumah duka. Setelah itu mereka mulai dihantui oleh roh-roh penunggu di rumah itu.

Pria berambut panjang

Menurut Carmen, mereka sering merasakan gangguan dari kekuatan jahat di dalam rumah dalam berbagai bentuk. Mulai dari tamparan, sentuhan, ancaman hingga rasa takut. Kejadian supernatural tersebut dimulai di malam hari setelah mereka pindah. “Putera saya mulai melihat seorang pria muda dengan rambut hitam panjang hingga ke pinggang,” kenang Carmen.

“Pria ini berbicara dengan putera saya setiap hari. Kadang-kadang dia mengancam putera saya, di waktu lain dia hanya berdiri di sana dan menyebutkan namanya, yang membuat anak saya ketakutan,” tambahnya.

Selama perawatan, kanker yang dialami Phillip, putera tertua Carmen sembuh. Phillip saat berusia 35 tahun, menjadi supir truk dan ayah dari dua anak. Tapi saat dia mengaku jika dia melihat seseorang atau sesuatu yang mencoba berkomunikasi dengannya, para dokter mengatakan dia menderita schizophrenia.

Reed ingat setelah pindah ke rumah berhantu itu, Phillip mulai bercanda tapi candaannya itu dianggap tidak wajar. Misalnya dia bercanda ingin mengunci adiknya di sebuah kotak. Carmen lantas mengirim puteranya itu untuk tinggal bersama kerabatnya yang lain, dan semenjak itu dia berhenti mendengar suara-suara.

Roh di tangga

Setelah Phillip pindah dari rumah itu, Carmen mengaku jika roh-roh penunggu di rumah itu mulai mengganggu keponakan perempuannya yang berusia 18 tahun. “Suatu malam, keponakan saya berkata, ‘Bibi Carmen, makhluk itu datang, bisakah kau merasakannya?’” ujar Carmen. Keponakannya itu lantas memeluknya dengan rasa takut. “Saat saya melepaskan pelukannya, saya melihat bayangan tangan dari bawah naik ke bajunya,” tambahnya.

“Saat itulah saya yakin jika yang saya hadapi itu adalah sesuatu yang gaib,” terang Carmen kepada People.com.

Carmen menghubungi pendetanya, lalu keuskupan lokal, lalu sekelompok ahli supernatural. “Dibandingkan dengan rumah itu, kasus-kasus yang saya pernah hadapi seakan berhadapan dengan Casper,” kata peneliti John Zaffis, yang menghabiskan 36 tahun untuk menyelidiki fenomena paranormal. Pernah sekali, di malam musim panas, Zaffis mengaku jika sebuah roh turun dari tangga utama dan berkata kepadanya, “Tahukah kamu apa yang mereka lakukan pada kami?”

“Yang saya ingin lakukan saat itu adalah mengeluarkan kunci mobil saya dan pergi dari rumah itu,” kata Zaffis.

Pengusiran hantu

Menurut Carmen dan Zaffis, dua pendeta mengunjungi rumah itu tapi ketakutan dan pergi. Pendeta ketiga, yang tidak mereka sebutkan namanya, berhasil mengusir para penunggu rumah itu sekali setelah melakukan pengusiran selama tiga jam. Tapi menurut keuskupan Katolik lokal, tidak ada pengusiran roh yang dilakukan di rumah itu.

Rumah itu masih ada hingga sekarang. Pemilik rumah baru pada 2009 menyatakan jika dia tidak mengalami gangguan supernatural apapun hanya beberapa turis yang penasaran terhadap rumah itu. Sementara keluarga Carmen sendiri mengaku menjadi sensitif dengan keberadaan makhluk halus semenjak mereka pergi dari rumah menyeramkan di Connecticut. Tapi rupanya hal ini membawa berkah bagi mereka. “Saya menjual rumah selama beberapa waktu. Jika saya tidak menjual sebuah rumah kepada Anda, itu karena saya tahu rumah itu berhantu,” katanya.

 

Editor : Ranu Ario

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge