0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Miftah Faridl Widhagdha, Wedangan hingga Cangwit Creative Space

Miftah Faridl Widhagdha (dok.timlo.net/setyo pujis)

Solo — Urip iku urup. Falsafah Jawa yang memiliki makna hidup harus bermanfaat untuk orang lain itu, selalu dipegang Miftah Faridl Widhagdha, sebagai salah satu tujuan hidup. Hal itu juga yang membuat pemuda kelahiran 1993 ini, begitu berbeda dengan yang lain.

Dibesarkan dari keluarga yang sederhana dan berada di tengah pemukiman miskin, kumuh serta padat penduduk, tidak menjadikanya larut dan putus asa. Miftah justru berani bangkit dan membulatkan tekadnya untuk dapat belajar lebih giat. Sehingga sangat wajar, meskipun usianya terbilang masih muda, namun segudang prestasi dan pengalaman sudah berhasil ia kantongi.

Mulai dari finalis Putra Solo 2014, penerima beasiswa peningkatan prestasi akademik (PPA) UNS, owner Kedai Kita, Consultan Development Officer Pertamina dan juga inisiator dan pengelola Cangwit Creative Space.

Sebagai implementasi falsafah yang ia yakini tersebut, awalnya dia memberanikan diri untuk membuka usaha pada 2011 silam, atau persisnya setelah lulus SMA. Ia berinisiatif dengan empat temannya pada kala itu untuk membuka usaha wedangan. Tujuannya tidak lebih agar dapat meringankan beban orang tua dan membantu memberikan pekerjaan bagi orang lain.

“Semua modal usaha yang kita gunakan waktu itu hasil patungan dengan teman-teman. Kebanyakan modal yang digunakan, berasal dari tabungan dan hasil menjual ponsel pribadinya masing-masing. Sehingga tidak merepotkan orang tua,” ungkap Miftah Faridl Widhagdha, kepada Timlo.net, baru-baru ini.

Alasan membuka usaha wedangan kala itu, karena dianggapnya paling sesuai dengan hobi dan rutinitas setiap harinya yang suka nongkrong. Dari usahanya tersebut, Miftah dapat mencari tambahan uang saku dan mempekerjakan beberapa karyawan.

Alumnus UNS 2015 ini, mengaku banyak mewarisi nilai sosial dan pelajaran berwirausaha dari sosok ayahnya. Karena menurut dia, ayahnya yang hanya lulusan SD dapat memberikan banyak manfaat ke orang lain, melalui usaha konveksi yang digelutinya selama ini.

Menurutnya, sebagai seorang penjahit, ayahnya cukup tekun menggeluti usahanya. Bahkan karena kerja kerasnya itu, ayahnya dapat menafkahi keluarga serta dapat mempekerjakan sejumlah karyawan. Dan uniknya, setiap karyawan yang memiliki potensi, didorong untuk dapat mandiri sehingga tidak seterusnya tergantung atau menjadi buruh.

“Kalau ayah yang hanya lulusan SD saja dapat bermanfaat untuk orang lain, kenapa saya tidak? Toh dari pendidikan, bisa dibilang saya lebih beruntung,” jelasnya.

Dari usaha wedangan yang dulu dirintisnya itu, kini terbilang cukup sukses. Karena sudah memiliki sekitar enam karyawan. Hanya saja secara pengelolaan, Miftah mengaku sudah dikelolanya sendiri. Hal itu, karena teman-temannya sudah memiliki kesibukan pekerjaan masing-masing. Sedangkan alasan mempertahankan usahanya itu, karena menurutnya, banyak karyawan yang menggantungkan nasib di kedai wedangan miliknya.

“Sayang saja jika harus kandas di tengah jalan. Karena melalui usaha ini tidak hanya karyawan yang menjadi pertimbangan, tapi juga tukang becak dan tukang parkir yang turut mendapatkan berkah dari adanya usaha ini,” ungkapnya.

Tak hanya itu, mahasiswa Pascasarjana Universitas Gajah Mada (UGM) ini, juga terus mengasah kemampuanya melalui kerja sosial yang dilakukan. Di antaranya sebagai inisiator dan pengelola Cangwit Creative Space. Salah satu pertimbangan membuat ruang publik tersebut, karena menurutnya, Solo masih minim ruang aktualisasi bagi anak muda. Sehingga dengan adanya Cangwit Creative Space diharapkan dapat mendorong potensi anak muda dalam menyalurkan minat dan bakatnya.

Bahkan, konsep Cangwit Creative Space yang dibuatnya tersebut berhasil mendapat penghargaan terbaik ketiga, di acara ASEAN Young Excurtion (Youtex) di Bangkok, Thailand, belum lama ini.

Editor : Marhaendra Wijanarko

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge