0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

10 Desa Bakal Genjot Gerakan Restorasi Sungai

Warga masyarakat Kemudo, Prambanan, Klaten mencoba olahraga river tubing dengan menyusuri aliran air Kali Woro Purbo dengan pelampung ban bekas. (ist)

Klaten — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengapresiasi rencana pengembangan Kali Woro Purba di Desa Kemudo, Kecamatan Prambanan. Selain upaya restorasi sungai, rencana itu merupakan tindak lanjut dari program Gerakan Kali Bersih yang diluncurkan Pemkab Klaten pada 13 Februari 2016 lalu.

“Keberadaan sungai sangat mendukung untuk dijadikan wisata alam. Harapannya ya bisa terwujud dan ke depannya mampu meningkatkan perekonomian warga setempat,” kata Sekda Klaten Jaka Sawaldi, Senin (18/4).

Hal senada juga disampaikan Kepala Bidang Sumber Daya Air (Kabid SDA) Dinas Pekerjaan Umum Energi dan Sumber Daya Mineral (DPU ESDM) Klaten, Pramana Agus Wijanarka. Paska gerakan Gerakan Kali Bersih ditindaklanjuti dengan membentuk Sekolah Sungai yang dikemas dalam workshop selama tiga hari (1-3 April 2016).

“Sekolah Sungai angkatan pertama diikuti sekitar 75 relawan dengan materi tentang penanganan dan pemeliharaan sungai. Diharapkan mereka menjadi pionir dan pengajar untuk sekolah berikutnya. Selain itu menularkan ilmunya ke masyarakat dan memiliki sungai binaan,” ujar Pramana.

Selain Desa Kemudo, ditambahkan, ada 10 Desa di Klaten yang gencar melakukan gerakan restorasi sungai. Diantaranya, Desa Joho dan Desa Bugisan di Kecamatan Prambanan, Desa Plawikan di Kecamatan Jogonalan, Desa Beluk di Kecamatan Bayat, dan Desa Sribit Kecamatan Delanggu.

“Program restorasi tidak hanya pembersihan sampah sungai tapi mengembalikan sungai ke habitatnya. Sungai bukan hanya aliran air, tangkapan air, dan irigasi. Bonusnya adalah sungai bisa menjadi destinasi wisata dan punya multiplier effect,” tambah Pramana.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge