0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Jalani Recovery, Anak Buah Santoso Belum Interogasi

merdeka.com
Ilustrasi (merdeka.com)

Timlo.net — Kapolda Sulawesi Tengah (Sulteng), Brigjen Pol Rudy Sufahriadi mengatakan, hingga saat ini dua anggota Mujahidin Indonesia Timur (MIT) pimpinan Santoso alias Abu Wardah, yang tertangkap Jumat (15/4) lalu belum bisa diinterogasi. Sebab fisik keduanya sangat lemah karena kelaparan selama di hutan.

“Badan mereka kurus sekali karena kekurangan makan selama di hutan. Jadi kita lakukan recovery dulu,” kata Rudy Sufahriadi di Palu, Senin (18/4).

Kedua terduga teroris itu bernama Ibad dan Faqih. Mereka ditangkap di sebuah lahan perkebunan kakao milik warga di Kecamatan Poso Pesisir Utara, Jumat (15/4).

Menurut Rudy, keduanya masuk dalam 29 daftar pencarian orang (DPO) kasus terorisme Poso. Ibad bergabung dengan Santoso pada 2013 dan Faqih pada 2015. Mereka sudah dewasa meski wajah mereka tampak masih seperti anak-anak.

Kepala Bidang Humas Polda Sulteng, AKBP Hari Suprapto menuturkan, kedua DPO kasus terorisme itu usai tertangkap langsung digiring ke Polres Poso untuk pemeriksaan.

Saat hendak diinterogasi, wartawan mendengar suara salah satu dari kedua pelaku itu yang meminta makan dan berjanji akan membongkar semua rahasia setelah makan.

“Kasih makan dulu saya pak, nanti saya akan bongkar semuanya setelah makan,” ucap seorang lelaki yang cukup jelas terdengar wartawan di luar ruangan pemeriksaan.

Rudy menegaskan bahwa Operasi Tinombala yang dipimpinnya dengan melibatkan 3.000 personel Polri dan TNI sudah berjalan baik.

“Upaya yang dilakukan untuk menangkap Santoso sudah maksimal. Kapolri sendiri mengapresiasi upaya aparat yang bekerja di lapangan dalam Operasi Tinombala, meski upaya-upaya itu masih perlu lebih ditingkatkan lagi,” ujarnya.

Dia menolak menyebutkan upaya peningkatan apa yang akan dilakukan dalam operasi ini, kecuali menyebutkan bahwa dalam memburu Santoso dan pengikutnya, pihaknya selalu mengubah strategi dan taktik.

Rudy yakin bahwa Santoso masih berada di hutan Poso dan kelompoknya sudah terpecah. Keberadaan mereka sudah semakin terdesak dan kekurangan logistik.

“Mudah-mudahan operasi ini bisa segera selesai dengan sukses,” harapnya.

Diketahui, Operasi Tinombala yang digelar sejak 9 Januari 2016 sampai saat ini sudah menangkap 14 orang anggota kelompok Santoso, 10 orang dalam keadaan tewas dan empat lainnya hidup.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge