0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Desakan Radya Pustaka Dibuat UPTD Makin Menguat

Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/ichsan rosyid)

Solo – Komisi IV DPRD Solo mendorong Pemkot untuk mengambil alih pengelolaan Museum Radya Pustaka. Pasalnya, pengelolaan museum tertua di Indonesia tersebut saat ini sangat memprihatinkan.

“Kami menyarankan supaya dibentuk UPTD, agar pengelolaannya lebih tertib,” kata ketua Komisi IV DPRD Solo, Hartanti, Senin (18/4).

Seperti diketahui, hari ini Komisi IV DPRD Solo memanggil sejumlah pihak terkait keprihatinan akan kelangsungan Museum Radya Pustaka. Sejumlah pihak yang hadir diantaranya Komite Museum Radya Pustaka, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar), Dinas Pendapatan, Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPPKA) serta Bagian Hukum Sekretariat Daerah (Setda). Pemanggilan yang dilakukan, merupakan buntut dari seretnya pencairan dana hibah Museum Radya Pustaka. Hasilnya, museum yang terletak di komplek Sriwedari ini tutup beberapa hari lantaran kehabisan dana operasional.

“Dalam pemanggilan kali ini, kami membahas terkait kelangsungan museum Radya Pustaka kedepan. Kalau dibawah Pemkot, melalui UPTD pasti lebih tertib pengelolaannya,” ungkap Hartanti.

Menanggapi hal tersebut, Sekretaris Komite Museum Radya Pustaka, ST Wiyono mengaku pasrah jika pengelolaan museum dibuat UPTD. Meski begitu, dirinya berpesan supaya barang cagar budaya yang menjadi koleksi museum dijaga dan dirawat dengan baik.

Wong saya kewenangannya sekedar komite, hanya sebatas menjalankan perintah Walikota sebagai pemberi mandat. Ya pesan saya, supaya barang-barang disana (museum-red) dijaga dengan baik,” ucapnya.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge