0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aktivitas Penambangan di Merapi Dipantau BTNG

dok.timlo.net/nanin
Lokasi pertambangan di lereng Gunung Merapi (dok.timlo.net/nanin)

 

Boyolali — Balai Taman Nasional Gunung (BTNG) Merapi Resort Selo terus melakukan pengawasan aktivitas penambangan galian C di kawasan Gunung Merapi, menyusul makin dekatnya jarak yang ditambang dengan Taman Nasional Gunung Merapi.

“Kita terus lakukan pemantauan, jangan sampai penambang menrabas taman nasional,” ujar Kepala Resort Selo BTNG Merapi, Suwignya, Senin (18/4).

Dijelaskan, dari hasil pertemuan antara penambang dan provinsi beberapa waktu lalu, disepakati penambangan di Kali Apu serta lokasi lain di lereng Merapi hanya boleh dilakukan secara manual. Aktivitas penambangan juga dilarang keras dilakukan di kawasan hutan lindung.

Lokasi lain penambangan yaitu di Kali Ladon, Desa Jrakah serta satu lokasi lainnya di Kecamatan Musuk.

“Sampai saat ini belum masuk ke kawasan hutan lindung Taman Nasional Gunung Merapi,” tambahnya.

Diakui, pasir dari Gunung Merapi tak akan pernah habis. Meski di sepanjang sungai mulai menipis, namun bila terjadi banjir lahar dingin dari Puncak Merapi, sungai akan kembali terisi pasir dan bebatuan. Meski sangat kecil kemungkinan penambang masuk ke hutan lindung, mengingat topografi yang terjal, namun pihaknya menghimbau penambang jangan sampai merambah ke hutan lindung.

“Kita akan lakukan penindakan tegas bila sampai merambah hutan lindung,” tegasnya.

Berdasarkan pengamatan petugas BTNG Merapi, jarak penambang dengan kawasan hutan lindung di Taman Nasional hanya 981 meter saja.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge