0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Dua Napi Rutan Boyolali Kabur, 3 Sipir Terancam Sanksi

dok.timlo.net/nanin
Petugas menunjukkan kain sarung yang digunakan dua narapidana kabur dari Rutan Boyolali (dok.timlo.net/nanin)

 

Boyolali — Kaburnya dua narapidana (Napi) Rutan Boyolali, petugas hingga saat ini masih melakukan pengejaran. Sementara tiga sipir Rutan yang berjaga terancam terkena sanksi karena kelalaianya.

“Sudah kita laporkan ke Kemenkumham Jateng, untuk sanksi menjadi kewenangan mereka,” kata Kasat Pengamanan Rutan Boyolali, Drs Fathur, Senin (18/4).

Dijelaskan Fathur, kedua Napi yang kabur, Mulyanto (39) warga Purwosari, Solo, narapidana kasus Narkoba, dan Sukino (32) warga Desa Mojosari, Kecamatan Karanggede, Boyolali, kasus pencabulan, memanfaatkan kelengahan petugas saat jam narapidana bersih-bersih antara pukul 07.00 – 10.00 WIB.

Dari rekaman CCTV, terungkap keduanya naik ke atap masjid dengan menjebol plafon. Dan sempat berada di plafon selama satu jam. Setelah itu, keduanya turun menggunakan kain sarung dan kabur memanjat tembok belakang rutan setinggi 3 meter. Ditembok belakang, petugas juga menemukan ceceran darah. Diduga milik kedua narapidana yang terluka saat melewati kawat berduri.

“Karena libur, belakang Rutan sepi, sehingga mereka bisa  leluasa kabur,” tambah Fathur.

Terungkapnya kasus tersebut, saat petugas diberi tahu salah satu narapidana terkait kain sarung di atap masjid. Petugas baru menyadari adanya narapidana yang kabur.

“Begitu tahu langsung semua dikumpulkan dan dimasukkan ke kamar masing-masing, ternyata dua nama tersebut tidak ada,” ungkapnya.

Pihaknya saat ini sudah menurunkan tim untuk memburu dua narapidana yang kabur. Salah satunya dengan memantau seputaran tempat tinggal kedua narapidana. Sementara terkait pengamanan, diakui Facthur, saat kejadian rutan hanya dijaga tiga sipir. Ketiga sipir ini menjaga 124 Napi. Jumlah ini tidak sebanding dengan jumlah Napi yang ada di Rutan Boyolali.

“Satu sipir mengawasi satu blok, jelas sangat tidak memadai,” sambungnya.

Sementara terkait dengan kaburnya Napi kasus Narkoba untuk kali kedua, Mulyanto, pihaknya menduga Napi tersebut tidak bisa lepas dari jaringanya. Selama di dalam Rutan, Mulyanto yang sudah menjalani hukuman 5 bulan, terkenal santun, pendiam dan cenderung tertutup. Mulyanto sendiri menempati kamar nomor 6, yang dihuni narapidana kasus narkoba. Sedangkan Sukino menghuni kamar nomor 3.

Kapolres Boyolali AKBP Budi Sartono, melalui Kasat Reskrim AKP Muhammad Kariri, mengatakan pihaknya juga sudah menerjunkan anggota untuk mem-back up pengejaran terhadap dua Napi yang kabur.

“Tim sudah menyebar, kita sifatnya mem-back up saja,” tandas Kasat.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge