0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Ada Restoran Wonderful Indonesia di Tiongkok

Dok. Timlo.net/Andi Penowo
KULINER TRADISIONAL-Aneka menu kuliner tradisional Jawa (Dok. Timlo.net/Andi Penowo)

Timlo.net – Sebuah rumah makan dengan menu masakan khas Indonesia, dibuka di Victory Road, Hefei City, Provinsi Anhui, China. Ini adalah satu-satunya restoran dengan 30 ikon masakan nusantara yang turut mempopulerkan brand Wonderful Indonesia. Nama restorannya saja sudah Wonderful Indonesia.

Pilihan menunya pun khas Nusantara, dengan dua orang chef yang diimpor dari STP (Sekolah Tinggi Pariwisata) Bandung. Kedua ahli masakan itu, adalah Muhammad Nurrohman dan Rusna, yang dikontrak khusus untuk menularkan resep menu-menu Indonesia.

“Diplomasi kuliner adalah langkah cerdik untuk memperkenalkan buah karya budaya masakan Indonesia ke pasar Tiongkok. Sekaligus promosi Wonderful Indonesia melalui selera lidah,” kata Menteri Pariwisata, Arief Yahya, kemarin.

Menurutnya, ada 30 ikon menu yang sudah distandarisasi. Sudah bisa dipasarkan ke mancanegara, karena komposisinya bisa dikunci untuk selera yang sama.

“Kami mengajak investor China untuk mengembangkan kuliner Indonesia ke China maupun ke Indonesia,” kata dia.

Menurut dia, salah satu keunggulan dan keunikan Indonesia adalah kulinernya.

“Tinggal disesuaikan dengan selera lidah orang Tiongkok. Yang pasti Kemenpar akan mempromosikan restoran Wonderful Indonesia,” kata dia.

Karena wisatawan mancanegara (wisman) asal Tiongkok berkembang, maka mereka harus familiar dengan masakan khas Indonesia pula. Sehingga orang yang hendak berwisata ke Indonesia, atau sudah pernah ke Indonesia dan mencicipi masakan itu, bisa menjadi pasar yang potensial.

Menpar Arief Yahya menyambut baik dan berterima kasih kepada shareholders restoran yang bisa co-branding dengan pariwisata itu. Desain resto berkapasitas 100 orang itu juga modern, bernuansa Indonesia. Atmosfer adat istiadat Nusantara sangat kental terasa begitu masuk ke dalamnya.

Ada manekin berukuran mirip pria dan wanita dewasa yang dipajang di setiap sudut ruangan. Mereka didandani baju adat Bali, suku Padang (Minang Kabau), tradisi Jawa, adat Dayak, dan baju Melayu. Di bagian depan ada kotak-kotak dengan pembatas berbentuk lengkung bergaya Aceh.

“Kami mengundang investor dari China untuk berbisnis kuliner dan services lain ke Bali, Manado dan Bintan,” ucap Arief Yahya.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge