0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Asian Diving Expo, Indonesia Andalkan 25 Lokasi Selam

Labuan Bajo (labuanbajo-flores.com)

Timlo.net – Indonesia menawarkan dunia bawah lautnya dalam ajang Asian Diving Expo (ADEX) 2016 di Singapura. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) mentargetkan 1,8 juta wisatawan mancanegara (wisman) yang mengunjungi destinasi bahari.

“Kami punya lebih dari 25 lokasi spesial untuk diving dengan 500 keunikan. Ada 10 destinasi marine tourism, terutama under water worldnya, yakni Bali, Lombok (NTB), Labuan Bajo (NTT), Alor (NTT), Derawan (Kaltim), Bunaken (Sulawesi Utara), Togean (Sulawesi Tengah), Wakatobi (Sulawesi Selatan), Ambon (Maluku), and Raja Ampat (Papua Barat),” jelas Menteri Pariwisata (Menpar) Arief Yahya, seperti dikutip Timlo.net, Minggu (17/4).

Di ADEX 2016 ini, Kemenpar menggandeng 20 Industri Pariwisata dari 7 destinasi, yaitu: Aceh, DKI Jakarta, Bali, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, dan Papua Barat. Mereka menampilkan paket-paket wisata bawah laut yang menjadi andalan kawasannya.

Menpar menjelaskan, tahun 2016 ini ada upaya deregulasi dan penyederhanaan aturan yang terkait dengan wisata bahari.

“Kami sudah memberlakukan Visa Free di 169 negara, lalu pencabutan Clearance Approval fot Indonesia Territory (CAIT) untuk yacht dan penghapusan Cabotage, sehingga cruise bisa menaik turunkan penumpang melalui 5 pelabuhan di Indonesia,” kata Arief Yahya.

Menpar mentargetkan 5.000 yacht di tahun 2016. Dengan yacht itu, pada yachters bisa lebih banyak eksplorasi bawah laut di banyak spot di tanah air.

Menpar menjelaskan, pariwisata dan marine itu menjadi priotitas pembangunan nasional saat ini.

“Karena tahun 2019, target Wisman yang masuk ke Indonesia harus menembus 20 juta. Semua hal yang terkait untuk menembus target itu mulai dilakukan percepatan,” katanya.

ADEX 2016 ini sangat strategis bagi Indonesia. Karena dua per tiga koral dunia berada di Indonesia. Tempat snorkeling terbaik dunia nomor satu dan dua, juga ditempati oleh dua kawasan Indonesia, yakni Raja Ampat dan Labuan Bajo.

“Baru posisi ketiganya, Kepulauan Galapagos,” jelas dia.

ADEX 2016 juga menarik, karena menggunakan tema “Dedicated for Seahorse” atau kuda laut. Binatang laut yang banyak ditemukan di perairan Indonesia, dan menjadi objek macro photography dunia. ADEX menjadi ajang pendidikan atau edukasi, menjaga kelestarian habitat air laut yang makin langka di dunia.

“Mereka peduli akan pelestarian, karena prinsip: Semakin dilestarikan, semakin mensejahterakan,” kata Arief Yahya.

“Tahun lalu jumlah pengunjungan ADEX 2015 ada 41 ribu, kemungkinan besar tahun ini akan bertambah,” lanjut dia.

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge