0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Awal 2016, BPR Soloraya Tumbuh Signifikan

Pengurus Perbarindo Soloraya (timlo.net/setyo pujis)

Solo – Jumlah aset dan pembiayaan Bank Perkreditan Rakyat (BPR) di Soloraya tumbuh signifikan pada awal tahun 2016. Kendati demikian, untuk menekan angka non performing loan (NPL) mereka masih tetap memprioritaskan prinsip kehati-hatian dalam penyaluran pembiayaan.

“Meskipun berhasil tumbuh, namun kita tetap berhati-hati dalam penyaluran pembiayaan. Hal itu karena kondisi ekonomi belum begitu pulih sepenuhnya,” ujar Ketua Perbarindo Komda Soloraya Aziz Soleh, kemarin.

Dikatakan dia, untuk dana pihak ketiga (DPK) sampai dengan akhir Februari 2016 berhasil tumbuh 16,78 persen secara year on year, atau dari Rp 3,281 Triliun menjadi Rp 3,466 Triliun. Sedangkan total aset BPR tumbuh 13,95 persen, atau dari sebelumnya Rp 4,475 Triliun menjadi Rp 5,099 Triliun.

“Selain itu, pertumbuhan juga terjadi pada penyaluran pembiayaan. Dari sebelumnya RP 3,281 Triliun menjadi Rp 3,639 Triliun, atau tumbuh sekitar 10 persen,” jelasnya.

Dari total pembiayaan yang disalurkan, serapan paling besar digunakan untuk kredit modal kerja yaitu Rp 2,176 Triliun. Sementara untuk angka NPL atau kredit macet tercatat sebesar 6,17 persen.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge