0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Boy Ayunkan Pedang Saat Hendak Ditangkap

Ilustrasi Begal Motor (merdeka.com)

Timlo.net — Tak ingin ditangkap, Boy (18) mencoba melawan dengan cara menebas leher polisi menggunakan pedang. Beruntung, senjata itu tak mengenai petugas dan menangkap ABG tersebut.

Boy yang tercatat sebagai warga Cinde, Kelurahan Ilir Barat I, Palembang, itu terlibat dalam aksi begal motor. Dia diringkus polisi saat hendak mengulangi aksinya kembali bersama dua rekannya, A dan J.

Penangkapan pelaku tersebut cukup dramatis. Petugas yang mengetahui identitas pelaku berusaha mengejar di kawasan Kambang Iwak Palembang, Jumat (15/4) pukul 21.00 WIB. Pelaku berboncengan dua rekannya beberapa kali mengayunkan pedang ke arah petugas.

Pedang itu nyaris saja mengenai leher petugas. Dengan cekatan, petugas menghentikan sepeda motor mereka dan menangkap salah satu pelaku. Sedangkan A dan J kabur dengan membawa motornya.

Kepada petugas, tersangka mengakui pedang tersebut selalu dibawa untuk mengancam korbannya. Namun, saat mencoba beraksi ke tiga kalinya, polisi menggagalkannya sehingga nekat menebas petugas ke lehernya.

“Panik waktu dikejar itu. Waktu itu saya duduk di belakang, makanya disuruh kawan biar ayun-ayunkan saja, tapi tidak kena,” ungkap tersangka Boy di Mapolsek Ilir Barat II Palembang, Minggu (17/4).

Diakuinya, dalam dua bulan terakhir sudah mendapatkan dua unit motor dari membegal. Masing-masing motor dijual ke seorang penadah dengan harga Rp 2 juta.

“Dua kali, dapat terus. Biasanya kami bertiga, duitnya dibagi rata buat rokok, warnet, sama minum,” ujarnya.

Kapolsek Ilir Barat II Palembang Kompol Ahmad Firdaus mengimbau pengendara harus lebih hati-hati saat melintas di kawasan Kambang Iwak. Sebab, sejumlah kasus begal terjadi di daerah itu yang pelakunya berusia remaja.

“Pelaku tak segan melukai korbannya karena mereka membawa senjata tajam, ada pedang, samurai, parang, dan pisau. Jika tidak mendesak, jangan lewat sana atau jangan pakai perhiasan mencolok,” imbaunya.

Untuk tersangka Boy, dikenakan Pasal 365 KUHP dan Undang-undang Darurat Nomor 12 tahun 1951 tentang kepemilikan senjata. Sedangkan dua pelaku lain dinyatakan buron.

“Secara kasat mata memang tidak kelihatan karena senjatanya diselipkan dalam baju. Ini yang perlu diwaspadai. Kami fokuskan operasi di daerah itu,” tegasnya.

[eko]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge