0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Difabel Ujian SIM, Polisi: Tak Ada Perlakuan Khusus

dok.timlo.net/agung widodo
Salah satu difabel ikut ujian praktek SIM dengan kendaraan roda tiga (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Tidak ada pembedaan atau perlakuan istimewa untuk memperoleh Surat Izin Mengemudi (SIM). Baik manusia normal atau kaum difabel harus melalui prosedur dan tata cara pembuatan SIM.

“Tidak ada perbedaan. Kaum difabel juga harus melalui tahapan ujian seperti pada umumnya. Yang penting syarat fisik terpenuhi tidak buta warna dan tidak tuli. Karena penggunaan indra tersebut saat di jalan raya sangat vital,” kata Kasat Lantas Polres Sragen AKP Sukmawati mewakili Kapolres AKBP Ari Wibowo, Jumat (15/4).

AKP Sukmawati mengatakan, recana permohonan SIM dari kaum disabilitas Sragen tersebut memang telah ada komunikasi sebelumnya. Tidak ada yang berbeda untuk mendapatkan SIM D dengan SIM C. Tolak ukur kelulusan uji SIM D pun ditentukan dari tes kesehatan, teori dan praktek.

Terkait kendaraan roda 3 yang dimiliki kaum difabel, dia menjelaskan, bukan termasuk ranah dari kepolisian. Pihaknya hanya berwenang mengeluarkan SIM jika pemohon dinyatakan lulus ujian. Hanya saja Negara mengakui hak para penyandang difabel. Dia berharap dari bidang industri otomotif melihat kebutuhan kendaraan untuk penyandang difabel.

Sementara itu Fasilitator Difabel Sragen dari Pelatihan Rehabilitasi Bersumber Daya Masyarakat (PPRBM) Solo, Suhartiningsih, mengapresiasi pihak Polres Sragen yang memberikan izin dan kemudahan kepada kaum difabel dalam memperoleh SIM.

“Terimakasih kepada Kapolres Sragen beserta jajarannya yang telah memfasilitasi difabel dalam pembuatan SIM. Semoga ke depan bener-benar terwujud Sragen ramah difabel,” katanya.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge