0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Rusun Tak Layak Huni, Warga Protes

Korban gusuran Pasar Ikan bertahan di atas perahu (merdeka.com)

Timlo.net — Penggusuran hunian warga Pasar Ikan, Luar Batang, Penjaringan, Jakarta Utara oleh Pemprov DKI Jakarta masih menyisakan berbagai masalah. Mulai dari warga yang masih bertahan di kapal hingga menolak dipindahkan ke rusun karena sejumlah alasan.

Sulaiman, warga RW 04 Luar Batang menilai, Pemprov DKI Jakarta tidak memberikan solusi kepada warga. Setelah tempat tinggalnya dihancurkan, belum ada kejelasan kemana akan berteduh.

“Kami ini bingung, rusun yang dikasih, enggak ada yang layak sama sekali. Rusun Rawa Bebek, Rusun Marunda, Rusun Cakung, bobrok semua. Bagaimana kami hidup?” ujarnya di dalam rapat dengar pendapat dengan Komisi A terkait nasib warga Luar Batang di Gedung DPRD DKI Jakarta, Jumat (15/4).

Diceritakannya, banyak warga yang sudah mendapatkan kunci rumah susun justru mengembalikan. Alasannya kondisi rumah susun tidak layak. Sehingga, mereka lebih memilih hidup di perahu yang mereka miliki.

“Rusun jauh dari laut, para nelayan tidak bisa lagi melaut, akhirnya mereka memilih tidur di perahu. Bukan tidak mau di rusun, tapi rusunnya enggak ada yang beres,” tegasnya.

Sulaiman menambahkan, hingga saat ini terhitung 352 kartu keluarga yang mengungsi di Masjid Kramat Luar Batang.

“Ini bukan masalah pindahin rumah orang doang. Ini masalah pindahin hidup orang. Kami sadar kalau pakai tanah negara 56 tahun lalu, tapi enggak begini kami digusur,” kata Sulaiman.

Sementara itu, Wali Kota Jakarta Utara, Rustam Effendi mengatakan, akan menyiapkan rumah susun sebaik-baiknya dan tidak ada lagi yang tinggal di perahu.

“Untuk yang tinggal di perahu, kami akan carikan solusi. Kami cari rusun yang dekat dengan laut, mau enggak mau ya begitu,” tukasnya.

[lia]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge