0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Gelapkan Pajak, Petinggi Kampus Nginep di Prodeo

merdeka.com
Ilustrasi Korupsi (merdeka.com)

Timlo.net — Seorang pejabat di sebuah kampus di kota Pontianak, Kalimantan Barat, berinisial BA (47) ditangkap satuan Reskrim Polresta Pontianak. Dia ditangkap karena diduga menggelapkan pajak kampus senilai Rp 1,09 Miliar. BA kini meringkuk di sel tahanan Mapolresta Pontianak.

BA ditangkap Kamis (14/4). Dana pajak itu, merupakan dana setoran pajak pertambahan nilai (PPn) serta pajak penghasilan (PPh). BA diketahui memiliki wewenang untuk kepengurusan pajak yang diberikan atasannya. Dia kemudian menghitung pajak yang harus dibayarkan, yang kemudian dilaporkan kepada atasannya.

“Tapi pelaku tidak menyetorkannya ke kantor pajak,” kata Kasat Reskrim Polresta Pontianak, Kompol Andi Yul Lapawasean, Jumat (15/4).

Andi menerangkan, penyelidikan terhadap dugaan penggelapan pajak menindaklanjuti laporan atasannya yang juga Rektor IKIP Pontianak, Prof DR H Samion dengan nomor Laporan Polisi bernomor: LP/1090/IV/2016 tgl 2016 tentang Penggelapan Dalam Jabatan, tertanggal 6 April 2016 lalu.

“Kita lakukan penyelidikan dan penyidikan, hingga akhirnya mendapatkan barang bukti, hingga akhirnya menangkap pelaku BA. Besaran nilai pajak yang diterima BA sekitar Rp 1,099 miliar, tapi tidak dia setorkan ke kantor pajak. Kantor pajak juga mengklarifikasi ada tagihan pajak yang belum dibayar kampus sejak periode 2013 hingga 2015,” tambah Andi.

Andi mengatakan, uang pajak sudah diserahkan kepada BA agar dibayarkan. Namun, dia malah tidak membayarkannya. Bahkan untuk dipercayai pajak tersebut telah dibayarkan, BA membuat bukti setoran pajak palsu.

“Terkait ini, atasannya dirugikan karena uang pajak sebenarnya sudah diserahkan kepada BA tapi ternyata tidak dibayarkan. BA juga membuat bukti setoran bank, seolah-olah pajak itu sudah dibayarkan. Tapi bukti setoran itu adalah palsu,” jelas Andi.

Selain menangkap BA, kepolisian juga menangkap Bu (51) rekanan BA yang bekerja sebagai akuntan pajak. Keduanya ditahan, dengan dugaan pengelapan pajak dan tindak pidana pencucian uang, sebagaimana tercantum dalam pasal 374 dan atau pasal 372 KUHP. Barang bukti yang diamankan adalah sejumlah slip setoran BNI 46 yang diduga palsu, sejumlah tanda terima atau kuitansi, serta dokumen lainnya.

“Kami saat ini masih menyelidiki satu terduga pelaku lainnya berinisial Ha, yang juga rekanan BA. Tapi sampai saat ini belum diketahui keberadaannya,” tandas Andi.

[ary]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge