0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tunjangan Sertifikasi Jangan Hanya Untuk Memenuhi Kebutuhan Konsumtif

dok.merdeka.com
ilustrasi guru (dok.merdeka.com)

Sragen – Hasil Uji Kompetensi Guru (UKG) di Kabupaten Sragen sangat memprihatinkan. Pasalnya Sragen menempati posisi rata-rata di atas 30 dari 35 kabupaten/kota di Jawa Tengah.

“Sragen tertinggal jauh dibanding kabupaten sekitarnya. Mau tidak mau harus ada peningkatan, baik dari dinas maupun dari pribadi guru sendiri,” kata Ketua Dewan Pendidikan Sragen, M Sauman, Kamis (14/4).

Berdasarkan data yang dipaparkan saat konsultasi publik perencanaan strategis program Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan (PKB), Sragen berada di peringkat paling bawah. Hasil UKG 2015 menyebutkan, dari 35 kabupaten/kota di Jateng, hasil UKG TK Sragen berada di peringkat 28, SD berada di paling bawah peringkat 35, SMP peringkat 30. Sedangkan untuk pendidikan menengah, SMA berada di peringkat 33 dan SMK peringkat 28.

Sauman menyatakan, guru yang sudah mendapat sertifikasi harusnya sadar, kalau sebagian tunjangan sertifikasi perlu digunakan untuk meningkatkan kompetensi pribadi. Jadi tidak hanya digunakan memenuhi kebutuhan konsumtif.

Namun dia juga melihat ada beberapa guru yang meningkatkan kualitas dirinya dengan melanjutkan pendidikan ke jenjang S2 dan S3. Walau untuk S3 saat ini masih bisa dihitung dengan jari.

Pihaknya juga mengapresiasi keterlibatan United States Agency for International Development (USAID) dalam membantu peningkatan kualitas pendidikan di Kabupaten Sragen. Dinas Pendidikan (Disdik) akan kewalahan jika tidak dibantu pihak lain.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge