0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Wisata Berbelanja di Semarang Great Sale

(twitter.com)

Timlo.net – Semarang Great Sale & Night Carnival 2016 digelar pada 1-31 Mei 2016. Wisata belanja tersebut termasuk dalam Cultural Tourism yang menjadi alasan wisatawan mancanegara (wisman) datang ke tanah air.

Dari 60 persen cultural tourism, wisata belanja dan kuliner termasuk 45 persen, wisata budaya dan sejarah mencapai 20 persen dan wisata kota dan desa 35 persen.

“Kalau dari spending-nya, kuliner tertinggi dengan 32 persen, lalu fashion 30 persen, baru craft atau souvenir,” kata Menteri Pariwisata (Menpar), Arief Yahya, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Kamis (14/4).

Menurutnya, pilihan Kota Semarang untuk mengembangkan cultural industry atau creative industry, seperti shopping, fashion, dan aktivitas creatif lain itu sudah berada di rel yang benar.

“Peradaban manusia itu berkembang, dari Gelombang Agriculture, Gelombang Manufacture, Gelombang Teknologi Informasi, dan ke depan adalah Cultural Industry,” ungkap dia.

Arief Yahya mencontohkan Bandung. Kota Kembang itu juga tidak punya apa-apa, dari kekayaan alamnya. Mereka hanya punya modal, oleh UNESCO, Bandung ditetapkan sebagai Kota kreatif dunia.

“Gunakan momentum Great Sale itu sebagai alat untuk menaikkan value Kota Semarang,” tandasnya.

Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo mengungkapkan, Semarang Great Sale ini akan mengundang orang untuk datang dan berwisata.

“Banyak bangunan yang pemiliknya demit mas? Nggak kelihatan. Kami ingin menata ulang, landscape-nya, dibangun fisik, diisi dengan evennya. Kita lagi dorong menjadi heritage dunia, UNESCO site,” kata Ganjar.

Editor : Dhefi Nugroho

Komentar Anda

loading...
KEMBALI KE ATAS badge