0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Lima Kecamatan Fokus Pendataan Kawasan Kumuh

timlo.net/nanin
Salah satu potret kawasan kumuh di Desa Banyudono, Kecamatan Banyudono (timlo.net/nanin)

Boyolali — DPRD Boyolali mendesak Pemkab Boyolali segera melakukan pendataan kawasan kumuh, dalam rangka persiapan program kota tanpa kumuh. Di Boyolali sendiri terdapat 61 desa/ kelurahan di lima kecamatan yang menjadi fokus pendataan.

“Data ini nanti diperlukan agar pembangunan di daerah dan pusat bisa sinergi,” kata Ketua DPRD Boyolali, Paryanto, Kamis (14/4).

Pemkab juga diminta agar data yang disampaikan adalah riil sesuai di lapangan dan fakta. Dijelaskan, selama ini alokasi pendanaan dari pusat untuk pengentasan dan penataan kawasan kumuh di Boyolali masih minim dibandingkan daerah lain. Anggaran yang digelontorkan pusat hanya Rp 500 juta.

“Data yang ada harus akurat karena berkaitan dengan program nasional nol persen kawasan kumuh,” tambahnya.

Sementara lima kecamatan yang menjadi fokus pendataan karena terdapat kawasan kumuh, yakni Boyolali Kota, Sawit, Teras, Banyudono, dan Ngemplak. Di Banyudono, lanjut Paryanto, terdapat kawasan kumuh yang dikenal dengan nama Kampung Pengamen.

“Di Kampung Pengamen pendataan belum bisa dilakukan karena status kawasan yang belum jelas,” imbuhnya.

Selain status kawasan yang belum jelas, penghuni Kampung Pengamen yang berada di pinggiran sungai tidak semuanya warga asli Boyolali. Untuk itu, pihaknya akan segera melakukan komunikasi dengan SKPD dan pemerintah desa setempat.

Editor : Wahyu Wibowo

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge