0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Tak Mau Disalahkan, Kejari Sragen akan Pelajari Putusan PK

Ilustrasi Sidang Paripurna DPRD (dok.timlo.net/agung widodo)

Sragen — Kejaksaan Negeri (Kejari) Sragen bakal mempelajari terlebih dahulu berkas putusan Peninjauan Kembali (PK) yang diajukan mantan anggota Panitia Anggaran (Panggar) DPRD Sragen periode 1999-2004. Salinan putusan PK dari Mahkamah Agung (MA) itu baru diterima beberapa hari lalu.

”Baru beberapa hari ini tiba putusannya, saya juga baru baca,” kata Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Sragen Herrus Batubara, Kamis (14/4).

Herrus mengatakan, pihaknya tidak ingin gegabah memberi tanggapan atas tudingan yang dilontarkan salah satu mantan Anggota DPRD Sragen periode 1999 – 2004, Rus Utaryono, bahwa kejaksaan adalah paling bertanggung jawab atas digolaknya PK oleh MA. Apalagi dia baru saja menjabat Kajari Sragen, menggantikan pejabat lama, Victor Sault Tampubolon.

Sebelumnya, Rus Utaryono, salah satu mantan Anggota Panggar DPRD Sragen yang ikut mengajukan PK menuduh kejaksaan bersalah. Pasalnya, telah memisah berkas perkara yang sama dalam kasus Dana Purna Bakti Anggota DPRD Sragen periode 1999-2004 senilai Rp 50 juta.

Rus sendiri mengaku telah menjalani hukuman selama 7 bulan penjara dan mengembalikan Dana Purna Bakti senilai Rp 50 juta ditambah denda sekitar Rp 40 juta. Selain Rus masih ada 24 mantan Anggota DPRD Sragen periode 1999 – 2004 yang juga menerima Dana Purna Bakti senilai Rp 50 juta tersebut.

Editor : Marhaendra Wijanarko

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge