0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Walau Berusia 61 Tahun, Kakek Ini Bertubuh Kekar

Liang Yuxiang. (Dok: Timlo.net/ Metro.co.uk)

Timlo.net—Liang Yuxiang, pria berusia 61 tahun ini tinggal di Chengdu, Cina dan seorang kakek. Sekalipun sudah menjadi seorang kakek, Liang bertubuh kekar. Dari foto-foto yang diunggah di internet, terlihat jika Liang juga memiliki perut eight-pack.

Kakek ini rajin berolahraga sejak 10 tahun belakangan dan dia juga menggemari paragliding dan mobil balap. Dia mulai rajin berolahraga saat dia menginjak usia 40 tahun, saat itu Liang sedang mengalami krisis paruh baya.

Saat masih muda, Liang bekerja di pabrik karet dan pakaian, lalu memulai bisnisnya sendiri untuk membuat lampu pada 1991. Bisnisnya berkembang dengan sukses. Dan karena itu dia bisa santai dan memiliki hidup sederhana, yang membuat pria itu merasa bosan dan ingin sedikit merubah hidupnya.

Dok: Timlo.net/ Metro.co.uk

Dok: Timlo.net/ Metro.co.uk

Temannya menyarankan Liang untuk berwisata supaya tidak jenuh dan menyarankannya untuk mulai berolahraga di tempat fitness supaya tubuhnya kuat untuk berwisata ke luar negeri.

Liang mulai berolahraga di tempat fitness dan merasa senang saat dia mulai merasakan hasilnya. Dia lantas memutuskan untuk mengubah bagian dari pabriknya menjadi tempat fitness pribadi untuk dirinya dan para pegawainya.

Hal itu terjadi lebih dari 10 tahun lalu. Sekarang, Liang bertubuh kekar dan sangat sehat. Dia menyukai kegiatan outdoor, tetap bugar dan berpetualang. “Saya melihat bodybuilding sebagai hobi saya,” kata Liang dikutip dari Metro.co.uk.

Dia berkata jika dia tidak memiliki diet ketat dan makan apapun yang dia inginkan, kapanpun dia ingin. “Satu-satunya prinsip diet yang saya ikuti adalah kita hanya perlu mengisi perut kita hingga 70%,” terangnya.

“Selain itu saya makan apapun yang saya inginkan karena saya percaya keinginan tubuh adalah caranya memberitahu kita apa yang kurang. Saya khususnya suka makan daging,” kata Liang.

Pria itu berharap jika kisahnya akan menginspirasi orang lain untuk tahu jika usia bukanlah penghalang untuk mengejar mimpi-mimpi mereka.

Pada 2017, dia berharap bisa berkompetisi di the Dakar Rally, sebuah balapan yang dikenal juga sebagai the Death Rally.

“Saya tidak akan pernah menyerah untuk mengejar mimpi saya berlomba di the Dakar Rally,” ujarnya.

“Jika saya gagal pada 2017, maka saya akan mencobanya pada 2018,” tambahnya.

Editor : Ranu Ario

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge