0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Empat Bulan Tanpa Suntikan Dana, Museum Radya Pustaka Kolaps

dok.timlo.net/dhefi nugroho
Museum Radya Pustaka (dok.timlo.net/dhefi nugroho)

Solo – Ratusan orang kecewa saat berniat mengunjungi Museum Radya Pustaka di kompleks Taman Sriwedari Solo, ternyata museum tertua di Indonesia itu tutup tanpa pemberitahuan. Pengelola museum mengeluh, sudah sejak Januari hibah dari Pemerintah Kota yang menjadi satu-satunya sumber dana museum terhenti karena syarat penerima hibah harus lembaga berbadan hukum.

Saat Timlo.net ke Museum, Kamis (14/4) siang,  gerbangnya tertutup rapat. Salah seorang Komite Museum, ST Wiyono, ditemui tengah nongkrong di warung tidak jauh dari museum.

“Minggu ini tutup 3 hari kerja. Pertama hari Minggu kemarin, lalu Seninnya memang jadwal kami libur. Selasa buka lagi, Rabu dan Kamis tutup sepertinya besok juga masih tutup,” ujarnya.

Wiyono mengaku tidak tahu mengapa Museum tidak dibuka untuk umum, karena tidak ada pengumuman dari Ketua Komite, Purnomo Subagyo yang tengah sakit. Dia menduga keputusan itu datang dari anggota komite lainnya.

Wiyono mengakui, sudah sejak Januari kondisi Museum Radya Pustaka mengalami kesulitan, akibat dana hibah yang menjadi satu-satunya sumber penghasilan mereka tidak bisa cair. Dana tersebut diperlukan untuk menggaji 12 karyawan termasuk anggota komite, listrik dan biaya perawatan koleksi museum.

“Kami tidak bisa menerima dana hibah karena kami bukan lembaga berbadan hukum.  Pemerintah kabarnya tengah mencari solusi, tapi kalau lambat seperti ini, bulan depan kami sudah tidak bisa bayar listrik,” ujar Wiyono.

Editor : Ari Kristyono

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge