0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Kawasan Wisata Mandalika Temukan Solusi Suplai Energi

Kawasan wisata di Mandalika, Lombok (merdeka.com)

Timlo.net – Pengelola Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Pariwisata Mandalika, Lombok, International Tourism Development Corporation (PT ITDC) memilih pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) sebagai solusi penyediaan energi bagi kawasan seluas 1.200 hektare. Diharapkan pembangkit tersebut menjadi pengungkit amenitas pariwisata yang terintegrasi di Pulau Lombok, NTB.

“Kami sepakat dengan Pertamina EBT (Energi Baru dan Terbarukan-red) untuk menyiapkan 50 MW melalui PLTS (Pembangkit Listrik Tenaga Surya),” ujar Dirut ITDC Mandalika, Abdulbar Mansoer, seperti rilis yang diterima Timlo.net, Rabu, (13/4).

Pasokan listrik memang menjadi persoalan krusial di kawasan industri yang membutuhkan energi besar itu. Saat ini Mandalikan masih cukup dengan daya 5 MW saja. Tetapi, kalau sudah 100 persen terisi, kapsitas listrik yang diperlukan 5 kali lipat, yakni 25 MW.

“Tapi, biar aman, kami akan memproduksi 50 MW, untuk hotel, cottage, perkantoran, restoran yang ada di kawasan. Sisa kapasitasnya, akan disalurkan ke Grid PLN guna menambah pasokan listrik Lombok Tengah,” ungkap Berry, panggilan Abdulbar Mansoer.

Teknologi tenaga surya atau solar cell memang paling diimpikan oleh banyak pengguna, karena teknologinya ramah lingkungan.

“Kami menggunakan solar cell, tenaga cahaya matahari, yang bisa kita dapat dengan mudah termasuk di Mandalika,” jelas dia.

Pembangkit itu nanti akan merupakan Joint Venture (JV), antara Pertamina EBT sebagai investor dengan ITCD Manadalika. Kontribusi share ITDC dalam bentuk tanah seluas 40 hektar. Power Purchase Agreement (PPA) antara keduanya sudah ada dan sudah disepakati.

“Cost pembangunan PLTS itu sudah dibicarakan antara kedua belah pihak. Termasuk komposisi sahamnya juga masih proses pembicaraan. Tahun 2016 ini joint venture itu sudah terbentuk dan sudah ground breaking,” kata Berry.

Dia juga menjelaskan, pihaknya sudah menghitung nilai keekonomian menggunakan model PLTS. Bagi ITDC, itu adalah additional non-core business revenue, disamping mengoptimalkan tanah-tanah di lokasi non strategis.

Ketua Pokja Percepatan 10 Top Destinasi Kemenpar, Hiramsyah Sambudhy Thaib juga menambahkan soal listrik memang harus segera menemukan solusi cepat dan cerdik. Mengingat, amenitas itu juga mengkonsumsi listri yang tidak sedikit. Dari target konservatif tahun 2016 ini, ITDC merencanakan untuk membangun 90 ha, termasuk infrastruktur.

“Yang 90 ha itu sudah kontrak, dan menuju LUDA (Land Utilization & Develompent Agreement),” jelas Hiramsyah.

Menpar Arief Yahya terus mendesak PT ITDC untuk sesegera mungkin membuat terobosan dan percepatan. Sebab, promosi pariwisata pasca kemenangan Lombok sebagai The World Best Halal Destination 2015 itu tidak bisa dibendung. Penghargaan itu sudah diberikan ke Lombok tahun silam. Award itu sendiri sudah merupakan promosi besar bagi Lombok.

“Karena itu, kita terus berpacu dengan waktu. Lombok sudah mendapatkan angin dari halal award itu. Jangan sampai orang kecewa karena amenitas kita tidak seperti yang mereka bayangkan sebelumnya,” papar dia. (*)

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge