0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Isu Siyono Jangan Sampai Melemahkan Penegakan Hukum

Komjen Tito Karnavian (merdeka.com)

Timlo.net — Terduga teroris Siyono tewas akibat kekerasan yang dilakukan anggota Densus 88 saat ditangkap di Klaten. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tito Karnavian mengatakan, Siyono merupakan orang yang terlibat dalam jaringan Jemaah Islamiyah pimpinan Abu Bakar Ba’asyir.

“BNPT minta masukan dan laporan. Siyono bagian dari jaringan Jemaah Islamiyah,” kata Tito saat rapat kerja dengan Komisi III DPR di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (13/4).

Tito menjelaskan, jaringan Jemaah Islamiyah melemah paska Bom Bali dan operasi Nurdin M Top tahun 2009 serta operasi Janto di Aceh. Namun, komunikasi dan konsolidasi jaringan Jemaah Islamiyah ini masih saja terjadi.

“Sembilan orang ditangkap ada bahan peledak, sembilan orang senjata yang disita masih ada lagi yang belum. 2015 akhir ditangkap empat orang lagi, mereka mengakui betul tiga senjata sisa lagi dari kelompok, terus diserahkan ke Awang,” beber Tito.

“Awang ditangkap 7 Maret kemudian Awang dinyatakan ada 3, sebagian dititipkan lagi ke Siyono. Dia pengurus dari kelompok ini, saat ditangkap dititipkan lagi ke Tomi alias Giri alias Pak Pendek di Wonogiri,” sambungnya.

Menurut Tito, Densus 88 memiliki banyak informasi mengenai Siyono sebelum melakukan penangkapan. Terindikasi masuk dalam jaringan terorisme, aparat bergerak dan membawa Siyono.

“Di tengah perjalanan, barang enggak ada, tidak terbogol melakukan perlawanan. Itu terjadi luka, kekerasan tumpul karena fightnya satu lawan satu di belakang mobil. Ini penyidikan masih berjalan di Propam,” ucap Tito.

Mantan Kapolda Metro Jaya ini menggambarkan, kasus jaringan Siyono ini sudah ada sejak lama, tahun 1999. Pengalaman 30 tahun di reserse, Tito menambahkan, jaringan teroris ini sangat kuat militansinya dengan motif ideologis.

“Mereka siap mati, mereka terlatih counter intelijen, senjata. Kami mohon kiranya isu Siyono jangan sampai melemahkan penegakan hukum dan penanggulangan terorisme,” jelas Tito.

“Gelombangnya untuk bubarkan Densus dan pasti ditangkap dengan manis oleh terorisme jangan sampai terjebak. Penanganan kasus terorisme, kita lihat kembali ancaman dan warga yang terbelah belah jadi korban oleh kelompok terorisme,” tandasnya.

[bal]

Sumber : merdeka.com

Editor : Wahyu Wibowo

Komentar Anda

Berita Terkait

loading...
KEMBALI KE ATAS badge