0271-626499 redaksi[at]timlo.net
Timlo.net

Aksi Cor Kaki, Ibu-ibu Mulai Ngilu dan Lemas

Aksi ibu-ibu ngecor kaki sebagai bentuk protes pembangunan pabrik semen di Gunung Kendeng (merdeka.com)

Timlo.net – Aksi cor kaki menolak pembangunan pabrik semen di kawasan Gunung Kendeng, Jateng, masih dilakukan. Sebanyak sembilan perempuan masih bertahan dengan kondisi kaki terbelenggu semen yang mulai mengering. Bahkan sejumlah ibu-ibu mulai merasakan ngilu di kaki mereka.

Sesekali sembilan perempuan tangguh ini berdiri, hanya untuk merenggangkan dan melemaskan otot-otot kaki yang tegang karena semen yang mengeras. Mereka pun tampak lemas dan hanya terlihat tidur di atas sebidang kasur di belakangnya.

Salah satu wanita yang melakukan aksi itu, Rieb Ambarwati (32) mengatakan, merasa ngilu di bagian kakinya karena peredaran darah ke kakinya tidak lancar. Wajar saja, sebab kaki sembilan perempuan ini sudah dibalut semen sejak Selasa (12/4) sekitar pukul 15.00 WIB.

“Ngilu mas, karena sudah dari kemarin sore. Makanya, sesekali harus bangun, karena pegal,” kata Rieb di LBH Jakarta, Rabu (13/4).

Menurutnya, aksi ini menunjukkan semangat Kartini-Kartini yang haknya dirampas untuk kepentingan komersil dan mengabaikan kepentingan yang lebih luas yakni rakyat dan tempat pencaharian mereka. Oleh sebab itu, sebelum tanggal 21 April yang merupakan hari Kartini, tekad dan ruh perjuangan wanita akan diturunkan dalam aksi ini.

“Kita dari dulu itu kita rundingan sama ibu-ibu kalau sebelum tanggal 21 April, Kartini kita ke Jakarta. Kita mau ketemu Pak Jokowi untuk lapor soal pabrik itu,” tegasnya.

Dia bercerita, ada sekitar 4 kecamatan yang akan dijadikan kawasan penambangan dari PT Indocement Tbk dan PT Sahabat Mulia Sakiti. Adapun 4 kecamatan itu adalah kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakkromo dan Pati, Jawa Tengah.

“Ada 4 kecamatan, ada kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakkromo dan Pati, Jawa Tengah,” jelasnya.

Dalam proyek penambangan semen ini, kata Rieb, warga sama sekali tidak pernah dilibatkan meskipun lahan yang akan dijadikan area pabrik itu adalah lahan warga Gunung Kendeng.

“Ibu-ibu ini kan petani semua, kalau bumi itu mau ditambang, jelas petani itu enggak boleh,” sesal Rieb.

Untuk diketahui, dalam aksi ini ada sekitar 12 orang yang turut serta. Adapun 9 orang yang kakinya dicor dan 3 lainnya membantu segala aktivitas mereka. Mereka berasal dari Purwodadi, Pati, dan Rembang.

Kesembilan perempuan itu adalah Supini, Surani, Riem Ambarwati, Deni, Ngadinah, Sukinah, Karsupi, Murtini dan Surani.

[gil]

Sumber: merdeka.com

Editor : Dhefi Nugroho

loading...


Komentar Anda

Berita Terkait

KEMBALI KE ATAS badge